Category Archives: Renungan

BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM TUHAN

Bacaan Alkitab Pagi 28 Februari 2015:  Hosea 6:1-6

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”  Hosea 6:3

Semua orang pasti tahu bahwa kunci meraih keberhasilan adalah kerja keras dan kesungguhan.  Mustahil kita meraih semua yang kita impikan jika kita hanya berpangku tangan dan tidak melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan.  Jika sampai hari ini kita masih juga belum mampu mencapai segala yang diimpikan, mungkin yang menjadi salah satu faktor kegagalannya adalah kita kurang bersungguh-sungguh.  Jangan sekali-kali kita mengkambinghitamkan orang lain sebagai penyebab kegagalan, tapi biarlah kita belajar untuk mengevaluasi diri dan membuat sebuah perubahan.  Barrack Husein Obama, presiden Amerika ke-44 mengatakan,  “Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu.  Diri kitalah yang ditunggu-tunggu.  Diri kitalah perubahan yang dicari-cari.”

Read the rest of this entry

DIPEGANG TUHAN

Bacaan Alkitab Sore 27 Februari 2015: Yesaya 41:8-20

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 32-33

Saat Sekolah Minggu, guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk mewarnai gambar. Seorang anak berumur kurang dari tiga tahun tampaknya belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan gambar itu. Secara spontan saya mendekati anak itu dan memberinya sebuah pensil warna. Lalu saya pegang tangannya dan menuntunnya untuk mewarnai gambar itu. Terkadang ia tampak jenuh, tetapi setelah itu, terlihat wajah sukacita pada anak itu saat melihat bahwa akhirnya ia mampu menyelesaikan gambarnya.

Read the rest of this entry

MENDENGARKAN TUHAN YESUS (2)

Bacaan Alkitab Pagi 27 Februari 2015:  Matius 13:1-9

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”  Matius 13:9

Mengapa kita harus mendengar perkataan Yesus?  Karena Yesus adalah Jalan Keselamatan.  Ada ungkapan  “Banyak jalan menuju Roma”, tapi ini tidak berlaku untuk keselamatan manusia karena jalan kepada keselamatan kekal hanya satu yaitu Tuhan Yesus.

Read the rest of this entry

CINTA SEJATI

Bacaan Alkitab Sore 26 Februari 2015: Matius 1:18-25

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19)

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 30-31

Taylor Morris menginjak pemantik alat peledak sehingga kehilangan kedua kaki dan lengannya. Danielle Kelly, tunangannya, tetap setia kepada Morris dan mau menjadi istrinya. Dengan sabar ia merawat Morris. Di tengah dunia yang makin dipenuhi cinta semu, dan meninggalkan orang dengan penderitaan demikian, Kelly memilih tindakan ekstrem, yaitu terus mencintai Morris. Cinta ekstrem Kelly tecermin dalam foto-foto yang diunggah di internet dan menarik perhatian 2,6 juta orang. Bisa dikatakan inilah cinta sejati.

Read the rest of this entry

MENDENGARKAN TUHAN YESUS (1)

Bacaan Alkitab Pagi 26 Februari 2015:  Mazmur 85:1-14

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?”  Mazmur 85:9

Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut?  Ada maksud dan tujuannya yaitu supaya porsi kita untuk mendengar lebih banyak daripada berbicara.  Banyak mendengar tapi sedikit untuk berbicara, sebab  “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”  (Amsal 10:19).  Di zaman sekarang ini banyak orang lebih banyak bicara daripada mendengar, tapi bicaranya  ‘asbun’  (asal bunyi),  ‘obes’  (omong besar)  tetapi tiada bukti, bahkan bicaranya setajam silet:  suka menjelek-jelekkan orang, menghakimi dan menyakitkan hati orang lain.  Berhati-hatilah!  “Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”  (Amsal 18:20-21).

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 228 other followers