RODA ZAMAN & TEGAR TENGKUK

Edisi : Minggu,10 April 2016

RODA ZAMAN

Bacaan Alkitab: Keluaran 1:1-14
Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. (Keluaran 1:8)

Sering orang berkata, hidup ini seperti roda. Sekali waktu di atas, lain kesempatan di bawah. Ada saatnya kita senang, ada saatnya kita susah. Silih berganti. Ada kalanya melambung ringan di atas, ada kalanya tertindih berat di bawah. Begitu pun melajunya zaman. Ada zaman cerlang-gemilang, ada zaman hitam suram. Layaknya roda. Roda zaman.

Kitab Keluaran dibuka dengan pengantar situasi zaman yang telah berubah. Yusuf dan generasi seangkatannya telah tiada (ay. 6). Namanya tidak dikenal lagi oleh penguasa yang baru. Artinya, zaman sudah berubah. Masa keturunan Yakub terbopong di atas bersama melejitnya karir Yusuf sudah lewat. Tibalah masa Israel tertindas di era pemerintahan baru (ay.1011). Namun, di tengah situasi inilah Tuhan sedang menyiapkan datangnya seorang pemimpin besar dan peristiwa besar: Musa dan keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir.

Keadaan politik, sosial, dan ekonomi bisa berubah kapan saja. Roda zaman boleh berputar. Namun, Allah tetap memegang kendali perputarannya. Di aras “atas”, zaman emas, Dia bertindak. Di lapis “bawah”, zaman keras, Dia menjalankan rencana-Nya. Maka, jangan lengah dan jangan hanya mengeluh. Dalam segala situasi, bersiagalah dalam Tuhan dan berharaplah kepada-Nya. Dia tak akan pernah berubah.

ZAMAN BOLEH BERUBAH, NAMUN KESETIAAN
DAN PIMPINAN TUHAN TETAP SAMA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/04/09/renungan-sore-09042016

TEGAR TENGKUK

Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 2:6-23
Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu. (Hakim-Hakim 2:19)

Menurut legenda, Li Bai, sastrawan Tiongkok, ketika kecil pemalas. Ia menertawakan seorang nenek yang setiap hari menggosok sebatang besi tanpa henti untuk membuat jarum. Betapa bodoh, pikirnya. Ketika ia bertanya, nenek itu menjawab, “Memang, ini masih batangan besi, namun kalau aku menggosoknya tiap hari, terus-menerus, nantinya akan semakin kecil dan menjadi jarum. Begitu juga dengan belajar. Kau harus bersusah payah dalam waktu lama sebelum memperoleh hasilnya.” Jawaban nenek itu menyadarkan Li Bai.

Orang yang tekun dan teguh hatinya tidak mudah goyah walaupun keadaan sekitar tidak mendukung. Sayang, orang Israel tidak tekun dan tidak teguh hati dalam mengikuti Tuhan dan firman-Nya. Setelah Yosua mati, hati mereka mudah sekali berubah. Mereka berbalik menyembah Baal dan melupakan Tuhan yang begitu baik kepada mereka. Meski demikian, kasih karunia Tuhan terus bertambah. Dengan sabar, Tuhan mengutus nabi-nabi-Nya untuk menolong mereka. Tapi begitu nabi itu mati, hati mereka kembali berubah. Mereka gampang terpengaruh untuk kembali berbuat jahat dan melupakan Tuhan. Keadaan itu terus berulang.

Hati kita mudah berubah. Saat ditimpa beban berat, kita ingat untuk mencari pertolongan Tuhan. Tapi saat perjalanan hidup mulus, secepat kilat hati kita bisa berubah dan merasa tak lagi membutuhkan-Nya. Meski demikian, Tuhan tetap melimpahkan kasih karunia-Nya dan menolong kita. Didikan pun tak jarang diberikan-Nya dengan harapan agar kita tekun dan teguh.

TUHAN TIDAK MENYERAH TERHADAP KITA, AGAR KITA PUN
TIDAK MENYERAH UNTUK BELAJAR MENGENAL DIA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/04/08/renungan-sore-08042016

Posted on 10/04/2016, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: