TEGAR TENGKUK

Bacaan Alkitab Sore 8 April 2016: Hakim-Hakim 2:6-23

Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu. (Hakim-Hakim 2:19)

Bacaan Alkitab Setahun:1 Samuel 22-24

Menurut legenda, Li Bai, sastrawan Tiongkok, ketika kecil pemalas. Ia menertawakan seorang nenek yang setiap hari menggosok sebatang besi tanpa henti untuk membuat jarum. Betapa bodoh, pikirnya. Ketika ia bertanya, nenek itu menjawab, “Memang, ini masih batangan besi, namun kalau aku menggosoknya tiap hari, terus-menerus, nantinya akan semakin kecil dan menjadi jarum. Begitu juga dengan belajar. Kau harus bersusah payah dalam waktu lama sebelum memperoleh hasilnya.” Jawaban nenek itu menyadarkan Li Bai.

Orang yang tekun dan teguh hatinya tidak mudah goyah walaupun keadaan sekitar tidak mendukung. Sayang, orang Israel tidak tekun dan tidak teguh hati dalam mengikuti Tuhan dan firman-Nya. Setelah Yosua mati, hati mereka mudah sekali berubah. Mereka berbalik menyembah Baal dan melupakan Tuhan yang begitu baik kepada mereka. Meski demikian, kasih karunia Tuhan terus bertambah. Dengan sabar, Tuhan mengutus nabi-nabi-Nya untuk menolong mereka. Tapi begitu nabi itu mati, hati mereka kembali berubah. Mereka gampang terpengaruh untuk kembali berbuat jahat dan melupakan Tuhan. Keadaan itu terus berulang.

Hati kita mudah berubah. Saat ditimpa beban berat, kita ingat untuk mencari pertolongan Tuhan. Tapi saat perjalanan hidup mulus, secepat kilat hati kita bisa berubah dan merasa tak lagi membutuhkan-Nya. Meski demikian, Tuhan tetap melimpahkan kasih karunia-Nya dan menolong kita. Didikan pun tak jarang diberikan-Nya dengan harapan agar kita tekun dan teguh

TUHAN TIDAK MENYERAH TERHADAP KITA, AGAR KITA PUN
TIDAK MENYERAH UNTUK BELAJAR MENGENAL DIA

sumber: http://www.renunganharian.net/2016/76-april/1742-tegar-tengkuk.html

Posted on 08/04/2016, in Renungan Sore. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: