BERSAKSI ITU INDAH & DEMI KEBAIKAN

Edisi : Minggu, 14 Februari 2016

BERSAKSI ITU INDAH

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 4:1-5
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2)

Pagi itu saya membawa mobil gereja ke tempat cuci mobil. Sambil menunggu giliran, saya bercakap-cakap dengan seorang bapak yang juga sedang menunggu. Pada awalnya kami berbasa-basi mengomentari beberapa mobil yang sedang dicuci. Percakapan berlanjut sampai menanyakan pekerjaan masing-masing. Sang bapak terlihat terkejut setelah tahu saya seorang pendeta. Tak lama, bapak itu menceritakan siapa dirinya dan kerinduannya untuk kembali bergereja setelah memeluk keyakinan lain. Rupanya ia gundah karena merasa tidak punya keyakinan. Ke gereja tidak, menjalankan ibadahnya juga tidak. Percakapan itu memberi saya ruang untuk bersaksi.

Kepada Timotius, Paulus memberikan serangkaian nasihat praktis. Pertama, agar Timotius selalu siap memberikan kebenaran firman Tuhan dan, tentu saja, menyatakan kasih Tuhan. Kedua, berani menyatakan benar itu benar dan salah itu salah, serta berani menegur orang yang berlaku salah dengan penuh kesabaran dan pengajaran sesuai dengan kebenaran Firman.

Nasihat ini juga dialamatkan kepada kita semua. Kadang kita merasa tidak siap dan tidak peka akan adanya kesempatan untuk memberitakan firman dan menyatakan kasih Allah. Ketidaksiapan itu bisa jadi karena kita merasa tidak cukup pandai berkata-kata.

Nasihat ini kiranya mendorong kita untuk mengasah kepekaan kita pada kesempatan itu. Sisanya, serahkan pada tuntunan dan pimpinan Roh Kudus yang membuat kita mampu memberitakan firman, menyatakan kasih Allah, dan mengungkapkan kebenaran.

ROH KUDUS SELALU MEMBERI KITA KESEMPATAN DAN PELUANG
UNTUK MEMBERITAKAN KASIH DAN RAHMAT TUHAN YESUS KRISTUS

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/02/13/renungan-sore-13022016

DEMI KEBAIKAN

Bacaan Alkitab: Markus 4:35-41

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan memakai bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Markus 4:38)

Seorang ibu melatih anaknya tidur sendiri. Ia membaringkan anak itu di tempat tidur, memberikan ciuman selamat malam, kemudian mematikan lampu. Dalam kegelapan, anak itu menangis memanggil-manggil ibunya. Ibunya diam. Anak itu mengira ibunya tidak mendengar tangisannya dan tidak mengasihinya. Padahal, ibu berada tidak jauh darinya. Sang ibu hanya bersembunyi di kamar sebelah. Rasa keibuannya terusik. Sang ibu mendengarnya menangis dan ingin mendatangi anak itu untuk menenangkannya. Tetapi demi kebaikan si anak, sang ibu menahan diri dan tetap bersembunyi.

“Di manakah Allah saat aku menghadapi persoalan berat? Mengapa Dia meninggalkanku?” Sewaktu badai topan melanda perahu mereka, para murid bertanya, “Guru, apakah Engkau membiarkan kami binasa?” Mengapa Dia seolah membiarkan para murid menghadapi persoalan berat? Apakah Tuhan benar-benar membiarkan dan meninggalkan kita? Lihatlah kembali janji yang pernah diucapkan-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5).

Salah satu alasan Allah “menyembunyikan diri” adalah karena Dia ingin kita belajar memercayai Dia. Dia menghendaki kita mengenal-Nya sebagai Bapa yang selalu menyertai kita. Ketika kita berada di tengah ketakutan, Dia mendengar seruan kita dan memedulikan kita. Sebagai Bapa, ia turut merasakan kepedihan hati kita. Jika Dia belum melakukan sesuatu, bukan karena Dia meninggalkan kita, tetapi Dia ingin kita bertumbuh dewasa dan memercayai-Nya.

KETIKA TUHAN “MENYEMBUNYIKAN DIRI”,
MASIHKAH KITA PERCAYA BAHWA DIA TIDAK MENINGGALKAN KITA?

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/02/12/renungan-sore-12022016

Posted on 14/02/2016, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: