HIDUP DALAM TAURAT & TUJUAN IBADAH KITA

Edisi : Minggu, 10 Januari 2016

HIDUP DALAM TAURAT

Bacaan Alkitab: Roma 6:1-14

Sebab dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah anugerah. (Roma 6:14)

Pacar pertama saya dulu wanita yang saya kenal di gereja. Karena belum punya pengalaman, hubungan kami itu dibangun dengan dasar “boleh-tidak” dan “harus”. Kami membuat daftar apa saja yang boleh dan tidak boleh serta kewajiban yang harus dikerjakan. Bila salah satu dari kami ada yang melanggar kesepakatan, pasti terjadi keributan. Hubungan kami pun penuh ketegangan dan rapuh.

Hal yang sama tanpa kita sadari terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita menjalani hubungan dengan Tuhan berdasarkan “kewajiban”. Kita berpikir, “Saya harus berdoa setiap hari, baca Alkitab sekian pasal, rajin ke gereja, kalau tidak Dia akan marah dan tidak memberkati saya.” Kita berada di bawah hukum Taurat, dan bukan dalam kasih karunia. Hubungan semacam itu melelahkan, karena berfokus pada usaha menyenangkan Dia dengan kekuatan sendiri. Padahal, sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa menyenangkan Dia dengan usaha kita atau membuat Dia memberkati kita karena perbuatan kita.

Karena itulah Yesus datang dan menggenapi hukum Taurat (Mat. 5:17), supaya kita bisa lepas dari kuk hukum Taurat dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Kasih karunia berarti Allah menerima kita berdasarkan karya penebusan Kristus, bukan usaha kita. Jadi apa yang perlu kita lakukan? Berhentilah berusaha menyenangkan Allah dengan usaha kita sendiri; sebaliknya, bersyukurlah karena Dia sudah berkenan kepada kita. Kasih karunia-Nya itulah yang akan mengajar dan memampukan kita hidup menurut kebenaran-Nya.

 ALLAH TIDAK MENDASARKAN HUBUNGAN DENGAN KITA
PADA HUKUM TAURAT, MELAINKAN PADA KASIH KARUNIA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/01/09/renungan-sore-09012016

TUJUAN IBADAH KITA

 Bacaan Alkitab: Kisah Pr. Rasul 19:23-40

Dengan demikian bukan saja usaha kita akan dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, akan kehilangan artinya… (Kisah Pr. Rasul 19:27)

Kekuatan sebuah negara ditentukan oleh kondisi ekonominya. Jika ekonomi memburuk, kekuatan negara akan melemah. Berapa banyak negara di dunia ini yang terancam bangkrut karena krisis ekonomi? Jika ekonomi hancur, para politisi pun akan jatuh. Jika seseorang kehilangan mata pencahariannya, hidupnya pun bisa goyah.

Itulah yang terjadi di Efesus. Warga kota ini menjadikan Dewi Artemis sebagai sesembahan mereka. Kondisi ini menguntungkan para pengrajin perak yang membuat dan menjual patung-patung dewi Artemis. Keadaan itu mulai berubah ketika Paulus berhasil menyadarkan sebagian orang Efesus bahwa hanya ada satu Allah yang sejati, dan banyak dari mereka yang berhenti menyembah Artemis itu. Salah satu dampaknya, bisnis para pengrajin itu ikut terancam. Inilah yang memicu kerusuhan dan kekacauan di kota itu.

Apa yang terjadi dan dialami para pengrajin perak itu memberi pelajaran berharga bagi kita. Apa sebenarnya tujuan ibadah dan penyembahan kita kepada Allah? Para pengrajin perak Efesus berusaha mati-matian mempertahankan kegiatan ibadah penyembahan kepada Artemis untuk melindungi sumber penghasilan mereka. Bagaimana dengan kita? Apakah motivasi penyembahan kita kepada Allah adalah untuk mendapatkan mata pencaharian dan jalan memperoleh keuntungan? Semoga motivasi ibadah kita bukan seperti itu! Beribadahlah kepada Allah dengan motivasi yang benar, yaitu karena kita rindu untuk mengenal pribadi-Nya, bukan karena mengejar berkat-Nya.

AKANKAH KITA MARAH JIKA TERNYATA KITA TIDAK MENERIMA
APA YANG KITA HARAPKAN DARI PENYEMBAHAN KITA KEPADA ALLAH?

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2016/01/07/renungan-sore-07012016

Posted on 10/01/2016, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: