KESEMPATAN & HADIAH TERBESAR

Edisi : Minggu, 27 Desember 2015

KESEMPATAN

Bacaan Alkitab: Yohanes 9:1-7

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)

Pada satu masa Natal, Mike—seorang tunawisma di Atlanta—membantu kami mengumpulkan teman-temannya untuk menerima kado Natal dan makan bersama. Natal berikutnya, gereja kami mengadakan aksi sosial serupa, namun kami kesulitan mengumpulkan tunawisma sebab Mike sudah pindah.

Kami membagikan makanan, pakaian, dan selimut pada mereka di tengah hujan dan udara dingin. Di suatu jalan sempit, kami melihat telapak kaki yang setengah tertutup oleh selimut basah. Kami menyingkapnya dan terkejut, “Hai Mike, rupanya kau! Ehm, kau sedang mabuk, atau sakit?” Mike hanya mengulurkan tangan, menerima paket kami, lalu kembali menutup wajah. Kami pikir ia malu. Jadi kami hanya memberinya tambahan selimut, lalu meninggalkannya dengan ucapan, “Selamat Natal, Mike, Yesus mengasihimu.” Sebulan kemudian kami mendengar, Mike meninggal pada hari Natal. Kami berduka dan merasa bersalah karena waktu itu kami terlalu cepat meninggalkannya. Mungkin Mike sedang sakit dan butuh pertolongan.

Para murid Yesus pernah berdebat tentang siapa yang berdosa dalam kasus orang yang lahir buta. Orang itu atau orangtuanya? Kata Yesus,“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia selama masih siang, akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” Saat ada waktu untuk bertindak, lakukanlah segera. Sebab ada saat kita ingin berbuat sesuatu, tapi kesempatan sudah tak ada. Ini saatnya berbuat sesuatu—untuk anak, suami, istri, orangtua, saudara, atau teman kita. Dan, terutama untuk kemuliaan Tuhan.

TAK SEORANG PUN MAMPU MENGINJAKKAN KAKI
DI ARUS SUNGAI YANG SAMA, PADA KESEMPATAN YANG BERBEDA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/24/renungan-sore-24122015
HADIAH TERBESAR

Bacaan Alkitab: Yohanes 3:1-21

Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,  melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Dalam sebuah acara pasutri, panitia meminta masing-masing pasangan memikirkan, menyiapkan, dan membungkus hadiah untuk pasangannya. Hadiah itu lalu diberikan dan langsung dibuka. Isinya menarik. Ada yang membelikan sandal, ada kalkulator, jam dinding, bahkan ada pula sendok garpu. Maksud panitia adalah agar setiap peserta memperhatikan kebutuhan pasangannya. Dengan demikian setiap orang dapat merasakan perhatian yang cukup istimewa dari pasangannya.

Acara itu memang dimaksudkan sebagai selingan yang menghibur. Meskipun demikian, peserta yang sensitive akan segera menyadari bahwa memberikan sesuatu yang benar-benar bermakna tidaklah mudah. Apalagi bila ingin memberi yang terbaik. Bahkan sering kita memberikan yang mudah didapat dan yang tidak merugikan diri sendiri. Bandingkan saja dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Pertama, Allah mengaruniakan Putra tunggal yang sangat dikasihi-Nya. Pemberian ini adalah keseluruhan milik-Nya yang paling berharga. Kedua, Allah memberikan-Nya kepada kita ketika kita masih berdosa (Rm. 5:8). Kasih Allah yang mahaagung berada di balik anugerah pemberian ini. Ketiga, pemberian ini menjadi milik kita sampai selama-lamanya. Kristus memberi diri-Nya beserta dengan kehidupan kekal kepada kita yang percaya pada-Nya.

Adakah pemberian yang lebih besar dari ini? Apakah Anda telah menerima hadiah terbesar ini? Bila Anda telah menerimanya, apakah Anda juga menyambut Natal dengan penuh rasa syukur dan sukacita?

NATAL ADALAH PERNYATAAN KASIH ALLAH YANG TERAMAT BESAR,
ANUGERAH YANG DIBERIKAN-NYA ADALAH MILIK-NYA YANG PALING BERHARGA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/25/renungan-sore-25122015

Posted on 27/12/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: