SEMUA PENTING & ALLAH BUKAN MUSUH

Edisi : Minggu, 20 Desember 2015

SEMUA PENTING

Bacaan Alkitab: Bilangan 3:1-51

… juga tiang pelataran sekelilingnya, alas, patok dan talinya. (Bilangan 3:37)

Ada tujuh orang kakak beradik. Setiap hari, enam orang pergi ke lading dan si bungsu tinggal di rumah. Selama kakaknya bekerja, ia membersihkan rumah dan memasak. Jadi, waktu saudaranya pulang, mereka bisa langsung menikmati makanan dan beristirahat. Suatu ketika, kakak ketiga melihat bahwa setiap kali mereka sampai di rumah, tubuhnya begitu kotor oleh lumpur dan sangat letih. Sebaliknya, sang adik terlihat santai, tidak dibebani banyak pekerjaan. Akhirnya, ia menyuruh adiknya itu ikut ke ladang juga. Tapi, saat tiba di rumah sore harinya, mereka semua mendapati tidak ada makanan di meja, rumah pun tak terurus.

Ketika Kemah Suci selesai dibangun, Allah memanggil Musa untuk membagi tugas kepada suku Lewi. Mereka mengurus segala hal yang berhubungan dengan Kemah Pertemuan—bagian dalam, luar, perabotan, sampai penyelenggaraan ibadah. Setiap orang penting bagi pekerjaan Tuhan, apa pun tugas yang Allah tetapkan baginya. Tidak ada tugas yang sepele sekalipun hanya memelihara pasak atau mengangkat barang-barang kudus. Memasang dan membongkar kemah pun sama pentingnya dengan mempersembahkan kurban bakaran. Jika satu bagian tidak ada yang mengerjakan, bisa kacaulah segalanya.

Kisah ini memberi kita gambaran bahwa sekecil atau seringan apa pun tanggung jawab seseorang, ia punya peran yang besar. Jadi, setiap kali kita merasa kalau kitalah yang paling memiliki andil, ingatlah, tanpa orang lain, kemah tidak akan berdiri, rumah tidak akan terawat, dan perusahaan tidak akan berjalan.

SEMUA ORANG PUNYA PERAN DALAM HIDUP KITA, JADI ALANGKAH BAIKNYA
KALAU KITA TIDAK MEREMEHKAN MEREKA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/18/renungan-sore-18122015ALLAH BUKAN MUSUH

Bacaan Alkitab Sore 17 Desember 2015: Roma 5:1-11

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang fasik pada waktu yang ditentukan oleh Allah. (Roma 5:6)

Jotakan (bahasa Jawa: bermusuhan, saling mendiamkan) dapat dilakukan anak kecil atau orang besar, dalam jangka pendek atau panjang. Bahkan, bisa jadi kita jotakan dengan Allah! Ketika Allah tampak mengecewakan kita, itulah saat yang paling menggoda untuk jotakan dengan Dia, bukan? Padahal, bila sekali saja Allah yang memusuhi kita, pastilah hidup kita hancur berantakan.

Paulus justru menunjukkan bahwa kita adalah kesayangan-Nya, sejak kita masih berdosa. Kristus mau mati bagi kita ketika kita masih berdosa (ay. 6). Apalagi sekarang setelah kita menerima keselamatan dan dibenarkan oleh-Nya! Masuk akal bukan? Bila yang kotor saja disayangi-Nya, apalagi sekarang sesudah bersih. Ketika kita masih durhaka saja dibela-Nya dengan darah dan nyawa, apalagi setelah kita dijadikan anak-Nya.

Bila ada masalah dalam hidup itu, itu bukan bersumber pada Allah yang mahakasih. Kitalah yang acapkali meremehkan kasih karunia-Nya. Paulus hendak “menyengat” jemaat Roma agar sadar bahwa pembenaran Allah itu semestinya ditindaklanjuti dalam hidup orang beriman senyatanya, dalam konteks keseharian masing-masing. Termasuk bila di dalamnya orang menemui kesengsaraan hidup. Kesengsaraan tidak seharusnya membuat kita gentar menghadapi kehidupan. Kemalangan mestinya tidak menggoda kita untuk mendiamkan dan memusuhi Allah. Mengapa? Bukankah kita adalah sasaran cinta kasih sejak kita dulu kotor dan durhaka? Masakan sekarang ketika kita sudah dibenarkan, Allah akan membiarkan kita berjuang sendirian?

KASIH ALLAH YANG TIDAK BERKESUDAHAN
ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DI TENGAH KESENGSARAAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/17/renungan-sore-171202015/

Posted on 20/12/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: