PENCURI UANG KECIL & TAK MENEPUK DADA

Edisi : Minggu, 06 Desember 2015

PENCURI UANG KECIL

Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-2

Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat. (Amsal 11:1)

Seorang rekan menraktir saya makan siang di restoran mewah. Usai membayar, ia tersenyum dan berkata, “Dasar pencuri uang kecil.” Saya penasaran. Ternyata, uang kembaliannya dibulatkan ke bawah oleh kasir. Tidak seberapa memang, hanya beberapa rupiah. Kebanyakan kita menganggap hal semacam itu sudah biasa. Namun, rekan saya berpendapat, hal itu tidak pantas dilakukan. Kalaupun terpaksa dilakukan, alangkah baiknya jika si kasir meminta izin terlebih dahulu.

Sepintas sikap rekan saya terlihat berlebihan. Namun, jika diperhatikan secara saksama, perbuatan si kasir memang salah. Seorang pelanggan punya hak untuk menerima uang kembali secara utuh, tanpa dikurangi satu rupiah pun. Jika penjual tidak bisa memberikan uang kembali secara utuh, karena alas an tidak ada uang kecil misalnya, ia perlu memberi tahu pembeli. Jika tidak, sebenarnya penjual sedang mengambil hak pelanggan.

Dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun kita, baiklah kita memberikan apa yang menjadi hak orang lain secara utuh. Tuhan berkenan akan batu timbangan yang tepat (ay. 1). Dalam berdagang, laba memang penting, tapi buat apa mendapatkan laba yang sia-sia (ay. 18). Dalam segala hal, lebih baik memberi daripada mengurangi, apalagi sampai menghilangkan hak orang lain. Jangan takut kekurangan karena harus memberi. Sebaliknya, berbahagialah jika harus memberi. Karena firman-Nya berkata, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum” (ay. 25).

 KITA SUDAH TERBIASA, MEMINTA APA YANG MENJADI BAGIAN KITA.
SUDAHKAH KITA MEMBERI, APA YANG MENJADI BAGIAN ORANG LAIN?

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/05/renungan-sore-05122015

TAK MENEPUK DADA

Bacaan Alkitab: Kejadian 41:14-24

Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun.” (Kejadian 41:16)

Pernahkah kita mendengar pujian tentang keberhasilan kita? Siapakah yang sedang ditinggikan saat itu? Apakah kita mengambil kesempatan itu untuk menepuk dada atau untuk memuliakan Tuhan?

Ketika Firaun memuji Yusuf karena dianggap bisa mengartikan mimpi, Yusuf punya kesempatan untuk menepuk dada. Ia memiliki dua bekal yang cukup spektakuler setelah ia mengartikan mimpi kepala juru minuman dan juru roti. Tidak heran jika Firaun berkata, “…telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya” (ay. 15). Namun, Yusuf berhasil lolos dari jebakan untuk membanggakan diri. Ia dengan tegas berkata kepada Firaun bahwa bukan dirinya, melainkan Allah, yang akan memberitakan kesejahteraan kepada Firaun. Cerita selanjutnya kita tahu apa yang terjadi.

Godaan untuk menepuk dada semakin kuat pada era ini, terutama sejak munculnya media sosial. Media sosial sering dianggap tempat yang anonim sehingga kita bebas mengutarakan apa pun. Seolah tidak ada aturan dan hukum di sana sehingga berbuat apa saja dianggap legal. Padahal di sana berkumpul banyak individu yang sadar atau tidak sadar saling memperhatikan dan saling menilai. Seseorang mungkin tidak membanggakan diri lewat ucapannya dalam tatap muka keseharian, tetapi status di media sosialnya menunjukkan yang sebaliknya. Mari kita belajar meneladani Yusuf, yang tahu bagaimana harus bersikap ketika pujian diberikan kepadanya. Ia mempergunakan kesempatan itu untuk memuliakan Allah.

KETIKA SESEORANG MENEPUK DADA, SEBENARNYA
IA SEDANG MENJEBAK DIRINYA DALAM DOSA KESOMBONGAN

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/12/04/renungan-sore-04122015

Posted on 06/12/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: