KURBAN PENGGANTI & HATI YANG GEMBIRA

Edisi : Minggu, 29 November 2015

KURBAN PENGGANTI

Bacaan Alkitab: Yesaya 53

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. (Yesaya 53:4)

Anda gemar menonton film laga? Jika ya, Anda pasti tahu, tidak semua adegan dilakukan oleh aktor atau aktris pemeran utama. Untuk adegan berbahaya, peran mereka dijalani oleh pemeran pengganti. Hal ini dilakukan agar pemeran utama terhindar dari risiko buruk yang mungkin terjadi akibat kecelakaan saat pengambilan gambar. Bayangkan, betapa berbahaya pekerjaan sebagai pemeran pengganti. Bisa dikatakan, seorang pemeran pengganti harus rela menjadi kurban pengganti.

Kita mungkin bukan pemeran utama film laga. Kita tidak perlu pemeran pengganti. Tapi izinkan saya menyampaikan satu hal untuk Anda—sekalipun kurang enak didengar. Anda dan saya orang berdosa. Kita pantas menerima hukuman. Hukumannya tidak main-main. Hukuman atas dosa adalah maut (Rm. 6:23). Jika kelak tiba waktunya, kita menghadap takhta pengadilan Allah. Sanggupkah kita menerima hukuman? Amal ibadah kita tidak akan pernah cukup untuk meluputkan kita dari hukuman. Bukankah sungguh melegakan jika ada pemeran pengganti yang rela berkurban menggantikan kita? Tetapi, di mana kita bisa mendapatkan orang yang rela menjadi kurban pengganti kita?

Syukur pada Tuhan! Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Begitu besar kasih-Nya atas kita sehingga Dia merelakan anak-Nya. Yesus Kristus telah mati, menjadi kurban pengganti kita. Semua dilakukan-Nya, supaya kita tidak binasa. Yesus Kristus rela menjadi kurban menggantikan kita sekalipun kita bukan siapa-siapa. Dia melakukannya karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia.

BAGAIMANA MUNGKIN KITA MAMPU MELUPUTKAN DIRI DARI HUKUMAN DOSA?
SYUKURLAH! KRISTUS TELAH MENGGANTIKAN KITA MENANGGUNGNYA.

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/11/27/renungan-sore-27112015

HATI YANG GEMBIRA

 Bacaan Alkitab: Filipi 4:1-9

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Suatu hari saya divonis menderita kista endometriosis. Betapa kaget dan sedih hati saya. Anehnya, ketika saya bertanya apa saja yang boleh dan dilarang dokter, ternyata ada satu saran sederhana yang wajib saya lakukan, yaitu membuat suasana hati yang selalu senang.

Penelitian mengungkapkan, emosi positif berhubungan dengan penurunan hormon stres dan membuat kita lebih mudah tertawa. Loma Linda University School of Medicine menemukan fakta ini dengan meminta beberapa orang dewasa menonton film lucu. Sepanjang pemutaran film aktivitas sistem imunitas di dalam tubuh mereka diamati. Hasilnya, hanya dalam satu jam, sel-sel imun mereka meningkat secara signifikan.

Allah sendiri berfirman kepada kita, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (ay. 4). Ya, bersukacita di dalam Tuhan, bukan dalam hal-hal duniawi. Menghadirkan sukacita bagi diri sendiri maupun sesama dengan cara yang berkenan kepada Tuhan. Kita pun dapat menjadi berkat bagi orang lain, bukan hanya untuk kesenangan diri sendiri (ay. 5).

Salah satu resep hidup bersukacita adalah menyerahkan segala kekhawatiran kita tentang apa pun juga kepada Tuhan (ay. 6). Ketika kita menyampaikan segala keinginan, harapan, dan impian, hendaknya kita memanjatkannya dengan penuh ucapan syukur. Bukan dengan hati yang berbeban berat dan penuh gerutu. Kiranya damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.

BERSUKACITA DI DALAM TUHAN MENDATANGKAN
BERKAT BAGI DIRI DAN SESAMA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/11/26/renungan-sore-26112015/

Posted on 29/11/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: