HINDARI HIDUP MALAS & JANGAN MENUNDA

Edisi : Minggu, 15 November 2015

HINDARI HIDUP MALAS

Bacaan Alkitab: Amsal 6:6-11

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. (Amsal 6:6)

Jurnal ilmiah The Lancet mengeluarkan laporan urutan negara-negara dengan penduduk paling malas di dunia. Hasil tersebut diperoleh dengan melakukan studi global, termasuk hasil penelitian dari 122 negara. Secara mengejutkan, Inggris dan Jepang masuk dalam 20 besar negara dengan penduduk paling malas sedunia. Negeri Big Ben memiliki 63,3 persen warganya yang tidak aktif, disusul Jepang sebanyak 60,2 persen.

Malas dapat berarti berdiam diri, tidak melakukan aktivitas fisik. Orang yang malas tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu; ia enggan atau tidak suka bekerja. Dari hasil penelitian tadi, sepertiga penduduk dunia tidak melakukan aktivitas minimal, yaitu 2,5 jam per minggu. Juga, gaya hidup malas ini ternyata menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Tidak bisa dipungkiri, virus kemalasan ini dapat menyerang kehidupan siapa saja. Banyak faktor yang menyebabkan kita merasa malas untuk melakukan aktivitas. Jika kita tidak bisa memerangi dan mengalahkan faktor yang menyebabkan kemalasan ini, kehidupan kita tidak akan produktif dan optimal.

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita agar tidak menjalani kehidupan dengan kemalasan. Kemalasan tidak akan membawa kita ke dalam kehidupan yang lebih baik. Kemalasan merupakan salah satu pengalang dalam meraih keberhasilan. Sebaliknya, kita semestinya hidup rajin, tekun, dan melakukan aktivitas secara wajar.

KEMALASAN MERUPAKAN SALAH SATU PENGALANG DALAM MERAIH
KEBERHASILAN DAN MEMBANGUN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/11/13/renungan-sore-13112015

JANGAN MENUNDA

Bacaan Alkitab Amsal 3:27-35

Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi, sedangkan yang diminta ada padamu.” (Amsal 3:28)

Ketika ada tetangga hendak meminjam peralatan rumah tangga, acap kali dengan enteng kita berkata, “Oh, maaf alatnya lagi rusak!” atau “Maaf, sedang dipinjam oleh kerabat!” Padahal, alat itu ada dan baik-baik saja. Apalagi saat ada yang datang mau meminjam uang untuk keperluan darurat keluarga, bisa jadi kita malah berkata, ”Maaf, anak kami juga baru mendaftar kuliah, jadi keuangan kami juga sedang seret!”

Firman Tuhan dengan jelas mengajari kita untuk tidak menunda berbuat baik ketika kita mampu melakukannya dan bantuan yang diperlukan ada pada kita. Kita pun harus memberi dengan penuh kerelaan hati dan tidak menolak ketika ada yang datang meminjam. Karena Allah mengasihi orang yang melakukan hal demikian.

Kadang kita merasa belum cukup mendapat berkat untuk bisa memberi. Padahal, kita bersama pun tahu, tak ada manusia yang akan merasa cukup. Kebanyakan manusia cenderung merasa dirinya masih kurang sehingga belum mampu untuk memberi, entah itu materi, waktu, tenaga, entah pikiran. Perasaan telah cukup tidak akan pernah dirasakan sehingga memberi pun semakin sulit dilakukan. Sebenarnya memberi dapat dimulai dari hal-hal sepele. Keputusan kita untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan dipakai untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan adalah sebuah keputusan bijak. Kehidupan tidak melulu soal materi atau pemuasan hasrat pribadi, tetapi lebih utama apakah kita bisa membantu sesama yang membutuhkan di sekitar kita.

 

JANGAN MENUNDA BERBUAT BAIK, LAKUKAN SEKARANG JUGA!

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/11/11/renungan-sore-11102015/

Posted on 15/11/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: