MOTIVASI MEMBERI & KARUNIA MENIKMATI

Edisi : Minggu, 25 Oktober 2015

MOTIVASI MEMBERI

Bacaan Alkitab: Matius 6:1-4

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. (Matius 6:1)

Siapakah yang tidak senang bila disanjung dan dihormati banyak orang? Orang berlomba untuk mendapatkannya, termasuk di lingkungan gereja. Pak Dodi (nama samaran), misalnya. Ia senang memberikan persembahan dalam jumlah yang besar, bahkan di luar batas kemampuannya. Dirinya merasa menjadi orang hebat ketika orang menghormatinya karena jumlah persembahannya itu. Namun, siapa yang menyangka, setelah meninggal, ia ternyata meninggalkan banyak utang yang harus ditanggung oleh keluarga. Perusahaannya hamper setahun tidak memperoleh penghasilan. Semasa hidupnya ia terus diajar bahwa jika ia memberikan persembahan, Tuhan akan membalasnya berpuluh kali lipat. Nyatanya, sampai ia menutup mata, semuanya itu tidak terbukti.

Tuhan Yesus mengingatkan kita agar melakukan kewajiban agama kita bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia. Kita harus melakukannya dengan motivasi yang benar, maka Tuhan akan menggenapi janji pemeliharaan-Nya pada kita. Jika kita melakukan semuanya dengan motivasi yang salah, kita akan kecewa karena apa yang kita harapkan tidak terjadi.

Persembahan adalah ucapan syukur kita kepada Tuhan atas berkat yang kita terima. Karena itu, jangan memberikan persembahan dari utang. Persembahan atau sedekah bukanlah investasi, apalagi sogokan, agar Tuhan memberkati kita dengan melimpah. Persembahan juga bukan ajang bergengsi untuk mendapatkan penghormatan dari gereja. Berikanlah persembahan dengan tulus hati karena Tuhanlah pemelihara hidup kita.

UNTUK APA MENDAPATKAN UPAH DARI MANUSIA,
NAMUN KEHILANGAN UPAH DARI BAPA DI SURGA?

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/10/23/renungan-sore-23102015

KARUNIA MENIKMATI

 Bacaan Alkitab: Pengkotbah 5:7-19

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itu pun karunia Allah. (Pengkotbah 5:18)

Saya ingin sekali berkeliling Indonesia. Menikmati keindahan alam dan budayanya, dari ujung barat sampai timur. Saya bertekad, jika kelak memiliki cukup banyak uang, saya akan melakukannya. Mendengar hal itu, seorang rekan berkata, “Jika kelak kamu memiliki cukup banyak uang, belum tentu kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan.” Ucapannya bukan tanpa alasan. Sekalipun ia sendiri memiliki cukup banyak uang, ia tidak selalu bias melakukan apa yang ia inginkan. Alasannya: sibuk.

Ironis memang. Penghasilan yang diperoleh seseorang dari pekerjaannya seharusnya membuatnya lebih leluasa melakukan apa yang ia inginkan. Nyatanya, tak selalu demikian. Kesibukan bekerja dapat berbalik menjadi penghambat. Lebih parah lagi, pekerjaan yang seharusnya membuat seseorang bisa membahagiakan keluarga, tidak jarang justru menjadi sumber kehancuran keluarga.

Pengkhotbah menasihati kita untuk bekerja dengan baik (Pkh. 9:10). Dengan demikian, melalui pekerjaan kita, kemuliaan Allah dinyatakan. Melalui pekerjaan kita, semakin banyak orang diberkati. Karena itu, jangan izinkan pekerjaan menjauhkan kita dari impian kita. Jangan izinkan pekerjaan menghancurkan kebahagiaan keluarga kita. Kita harus tahu, kapan kita harus berhenti. Bukan untuk berpangku tangan, tapi untuk beristirahat dan menikmati hidup. Berhentilah sejenak dari kesibukan kerja. Bersukacitalah dalam hasil jerih payah kita (ay. 17-18). Nikmati hal-hal yang menyenangkan hati (ay. 19). Itu semua adalah karunia Allah.

TIDAK ADA SALAHNYA MENIKMATI KESENANGAN HATI;
ITU JUGA KARUNIA ALLAH

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/10/21/renungan-sore-21102015/

Posted on 25/10/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: