MEMBERI DIRI

Bacaan Alkitab Sore 24 September 2015: Efesus 4:1-16

Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. (Efesus 4:11-12)

Bacaan Alkitab Setahun: Yunus 1-4

Paul Gunadi, pengajar konseling, menekankan, mengkonseling itu memberi diri untuk orang lain. Membuka hati, mungkin pula mengurbankan energi, waktu, dan dana. Namun, mahasiswa cenderung lebih menyukai teknik berbicara efektif. Mereka mengutamakan penguasaan metode memengaruhi dan memperbaiki orang lain. Saya sendiri merasa puas jika konseli menganggap saya mampu menolong mereka dan menyelesaikan masalah mereka.

Kecenderungan untuk bangga kepada diri sendiri juga ada pada jemaat di Efesus yang memperoleh karunia-karunia Roh. Rasul Paulus mengingatkan jemaat, bahwa karunia itu diberikan oleh Yesus Kristus demi pembangunan tubuh Kristus. Anggota jemaat yang merasa mendapat karunia melayani memang cenderung merasa diri penting. Akibatnya, ada kemungkinan mereka justru mengabaikan kebutuhan sesungguhnya dari orang yang dilayani. Itu sebabnya sebelum memaparkan tentang kemampuan khusus yang diberikan Tuhan kepada para rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar, Paulus menganggap perlu untuk mengutip nas tentang Kristus. Yaitu bahwa Kristus turun dari tempat tinggi ke tempat terbawah, dan sekarang naik kembali ke tempat yang tertinggi (ay. 8-10). Kutipan nas itu ingin menekankan kasih Kristus yang memberi karunia pelayanan serta kerendahan hati Kristus yang tidak mementingkan gengsi pribadi.

Bila kita diberi karunia untuk melayani, ingatlah, tujuan pemberian itu adalah untuk pembangunan tubuh Kristus. Kita diminta untuk melayani-Nya dengan kasih dan kerendahan hati, bukan untuk membangun kesan positif orang lain kepada kita.

MARI MELAYANI DENGAN SIKAP HATI SEPERTI KRISTUS
DENGAN KASIH DAN KERENDAHAN HATI

sumber: http://www.renunganharian.net/2015/68-september/1537-memberi-diri.html

Posted on 24/09/2015, in Renungan Sore. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: