MENOLAK BUDAYA KEMATIAN & KASIH KARUNIA ALLAH BAGI PAULUS

Edisi : Minggu, 06 September 2015

MENOLAK BUDAYA KEMATIAN

Bacaan Alkitab : Kejadian 22:1-19

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:13)

Phileas Fogg, dalam novel Jules Verne yang sudah sering difilmkan, Around the World in Eighty Days, menemui budaya sati di India. Seorang perempuan muda, Aouda, hendak dikurbankan dengan dibakar menyusul kematian suaminya. Perempuan itu menolak, namun tak berdaya karena dibius dengan ganja. Fogg dan asistennya, Passepartout, mencari siasat, dan akhirnya berhasil membebaskan Aouda.

Kisah Abraham dan Ishak sering kita baca sebagai nubuatan bagi pengurbanan Kristus di kayu salib menggantikan kita. Dan, memang tidak keliru. Namun, ada pelajaran lain yang dapat kita petik dari kisah ini. Bagi kita, perintah Allah agar Abraham mengurbankan Ishak terkesan bengis. Nyatanya, tidak bagi orang-orang zaman itu. Menurut Brian Zahnd dalam A Farewell to Mars, mereka biasa mengurbankan anak sulung demi memohon berkat dan kesuburan pada dewa mereka. Mendengar perintah itu, kemungkinan mereka tidak terkejut, hanya mengasihani Abraham, yang sudah sekian lama menantikan anak itu. Syukurlah, kisah tidak berakhir secara keji. Tindakan Allah menggantikan Ishak dengan seekor domba jantan, dengan demikian, merupakan pernyataan yang kuat bahwa Dia tidak menghendaki pengurbanan manusia.

Menurut saya, itu sebagian dari “berkat Abraham”. Di dalam Kristus, kita mengambil bagian dalam berkat itu untuk memberkati dunia dan sesama. Kita diundang untuk menjauhi dan menolak budaya yang mendatangkan kematian, dan menumbuhkembangkan budaya yang membuahkan kehidupan.

ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA MENGORBANKAN KEHIDUPAN SESAMA, MELAINKAN MENDORONG KITA BERBELAS KASIHAN SATU SAMA LAIN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/09/05/renungan-sore-05092015

KASIH KARUNIA ALLAH BAGI PAULUS

 Bacaan Alkitab :  1 Timotius 1:12-20

“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.”  1 Timotius 1:15

 Paulus berkata,  Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”  (2 Timotius 4:7).  Paulus masih menyebut dirinya paling berdosa.  Kata aku menunjukkan penilaian yang tak berubah akan dirinya sendiri.  Ia tidak memiliki sesuatu pun untuk dibanggakan.  Dia bersaksi kepada orang berdosa yang lain bahwa ia bergantung sepenuhnya pada kasih karunia Allah.  Alkitab berkata:  “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”  (Roma 3:23-24).

Paulus mengakui ia dibenarkan dan bergantung sepenuhnya pada kasih karunia Allah.  Lebih dari itu ia menganggap dirinya lebih buruk dari yang lain dan lebih memerlukan kasih karunia Allah daripada yang lain.  Kita bisa menganggapnya melampaui orang lain dalam menerima pewahyuan dari Tuhan.  Ini menyebabkan ia menghakimi dirinya dengan lebih keras.  Paulus berkata,  “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”  (Efesus 2:8-9).

Paulus menyebut diri rasul Kristus oleh kehendak Allah, bukan karena dia baik.  Itu sebabnya Paulus berkata,  “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”  (1 Korintus 1:26-29).

“Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.”  2 Korintus 10:18

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/09/05/renungan-pagi-05092015

Posted on 06/09/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: