TEKANAN HIDUP

Bacaan Alkitab Sore 03 September 2015: Yakobus 5:7-11

Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. (Yakobus 5:8-9)

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 10-13

Saya pernah tinggal di rumah kayu yang lapuk sehingga dapat mendengar perkataan tetangga sebelah kirikanan. Suatu kali nenek di rumah sebelah memarahi dan memaki cucunya cukup lama. Pencetus kemarahannya mungkin sepele bagi sebagian kita, namun tidak bagi mereka. Si cucu menumpahkan bedak nenek, padahal bedak itu terhitung barang mahal bagi keluarga yang hidup sangat pas-pasan itu.

Tekanan hidup kerap memantik kemarahan kita, bahkan kadang-kadang sampai meledak tak terkendali. Menghadapi tekanan hidup, kita cenderung bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain. Yakobus menyebutnya sebagai dosa yang dapat mengundang hukuman. Menggerutu dan mempersalahkan pihak lain mungkin dapat sedikit meringankan perasaan. Namun, Tuhan menghendaki kita bersabar dan tekun. Penderitaan adalah bagian dari ujian iman. Yakobus mengingatkan bahwa Tuhan, Hakim Agung itu, sudah dekat. Kita bakal memetik hasil manis ketekunan kita sama seperti petani yang menantikan hasil tanamnya (ay. 7). Juga seperti Ayub yang memperoleh karunia berlimpah setelah melalui masa penderitaan (ay. 11).

Apakah saat ini Anda sedang dihimpit oleh tekanan hidup? Anda lelah dan penat, seolah penderitaan Anda tidak pernah akan berakhir? Relasi Anda dengan keluarga, teman, dan rekan kerja pun semakin memburuk? Ingatkan diri Anda bahwa Tuhan itu penyayang dan penuh belas kasihan (ay. 11). Kesabaran Anda menghadapi tekanan pasti akan berbuah manis ketika Tuhan datang kembali dalam kemuliaan-Nya.

TEKANAN HIDUP HARUS DIHADAPI DENGAN SABAR DAN TEKUN.
NISCAYA KITA PUN BEROLEH KEBAHAGIAAN TAK TERKIRA BILA SAATNYA TIBA.

sumber: http://www.renunganharian.net/2015/68-september/1515-tekanan-hidup.html

Posted on 03/09/2015, in Renungan Sore. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: