SEPERTI EMAS & BEKAS LUKA

Edisi : Minggu, 30 Agustus 2015

SEPERTI EMAS

Bacaan Alkitab: Ayub 23:1-17

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. (Ayub 23:10)

Emas termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda dengan kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan dalam kobaran api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C.

Ayub menggambarkan pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah seolah diam saja. Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya.

Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas, Bildad, dan Zofar, sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup dan mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepada-Nya. Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Dia tahu bagaimana aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan firman-Nya aku simpan dalam hatiku” (ay. 8-12).

Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajar kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan ‘membakar’ hidup kita, Dia tidak bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapan-Nya.

TUHAN MENGUJI BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN HIDUP KITA.
SEBALIKNYA, DIA SEDANG MEMURNIKAN KITA SEPERTI EMAS.

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/28/renungan-sore-28082015

BEKAS LUKA

Bacaan Alkitab: Yohanes 20:24-29

Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27)

Saya tidak telalu percaya diri karena punya bekas luka di kaki. Saat bepergian saya akan menutupinya dengan celana panjang. Tetapi setiap saya memandangnya, saya teringat akan masa remaja yang kelam. Masa yang diwarnai dengan kenakalan dan suka berkelahi. Bekas luka itu adalah bekas tusukan kayu saat berlari menghindari kejaran lawan. Jika ada orang menanyakannya, saya akan menjelaskan penyebabnya dengan malu-malu, dan kadang-kadang sambil menasihati.

Bekas luka adalah guru kita. Ia mengingatkan kita akan pengalaman yang menyakitkan. Bekas luka sering tampak buruk dan tidak menarik dilihat. Kita pun berusaha menyembunyikannya dari orang lain. Tetapi, mereka yang bijak akan menjadikannya pelajaran agar terhindar dari luka serupa. Jika kita mau menceritakannya, mungkin hal itu bisa mengubah dan menguatkan orang lain.

Yesus tak menyembunyikan luka bekas tusukan di lambung dan tangan-Nya. Malahan, menyuruh Tomas menjamahnya. Hasilnya, Tomas percaya dan menjadi murid yang militan mengabarkan injil-Nya. Menurut tradisi, Tomas pergi ke India dan Afrika Utara. Ia banyak menghentikan penyembahan berhala. Dan, karena kegigihannya, ia dilemparkan ke dalam api sebelum menghembuskan napas terakhir akibat tusukan tombak.

Setiap kita pasti punya “luka” masa lalu. Tapi, setelah Tuhan Mengubahkan kita, tak perlu malu dan menyembunyikannya. Dari bekas luka itu, kita dapat belajar menjadi bijaksana dan menguatkan orang lain.

PELAYANAN YANG PALING EFEKTIF KADANG-KADANG MUNCUL
DARI PENGALAMAN YANG MENYAKITKAN DAN SULIT UNTUK DILUPAKAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/29/renungan-sore-29082015

Posted on 30/08/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: