BERTINDAK MESKI BERISIKO & KECEWA MEMPERHATIKAN YANG KELIHATAN

Edisi : Minggu, 16 Agustus 2015

BERTINDAK MESKI BERISIKO

Bacaan Alkitab: 1 Raja-Raja 18:1-15

Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka. (1 Raja-Raja 18:4)

Keberanian—ah, betapa sulit menemukan keberanian pada masa-masa sukar seperti ini. Mengapa? Keberanian mengandung risiko bagi orang yang melakukannya. Akibatnya, tidak banyak orang yang berani menyatakan kebenaran di tengah ketidakbenaran karena tindakannya itu bisa jadi mendatangkan risiko yang merugikan atau membahayakan, bahkan mungkin membunuhnya.

Obaja, kepala istana Kerajaan Israel Utara, adalah orang yang berani mengambil risiko dalam situasi yang sulit. Dia sungguh-sungguh takut akan Tuhan, tetapi, di sisi lain, ia melayani seorang raja, yaitu Ahab, yang menentang Tuhan. Ratu Izebel, istri Ahab, hendak melenyapkan nabi-nabi Tuhan. Tetapi, secara diam-diam, Obaja menentang rencana tersebut dan ia menyembunyikan seratus nabi Tuhan dalam gua, serta mengurus makanan dan minuman mereka (ay. 3-4). Tindakan Obaja ini sungguh berani, apalagi mengingat bahwa Obaja adalah orang biasa, bukan nabi! Ia berani mengambil risiko: Bila tindakannya ketahuan, ia pasti akan dibunuh oleh Izebel!

Tidak sedikit orang percaya ditempatkan Tuhan dalam posisi yang tidak sejalan dengan imannya. Kita mungkin bekerja di perusahaan yang menghalalkan praktik-praktik kecurangan. Apakah kita berani menjunjung kekudusan di tengah lingkungan yang membiarkan dan melegalkan pelanggaran hukum? Keputusan untuk hidup dalam kebenaran mungkin membawa kita pada situasi yang tidak kita harapkan. Tetapi, hidup dalam ancaman risiko pun tidak akan merintangi Tuhan dalam menyatakan pembelaan-Nya.

DENGAN PENYERTAAN TUHAN, DALAM KEGELAPAN PUN
KITA DAPAT MENYINARKAN TERANG KEBERANIAN

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/15/renungan-sore-15082015

KECEWA MEMPERHATIKAN YANG KELIHATAN

Bacaan Alkitab:  2 Korintus 4:16-18;  2 Korintus 5:1-10

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara,”
  2 Korintus 4:18

Sebagai manusia, punya rasa kecewa adalah hal yang sangat wajar.  Namun kita tidak boleh membiarkan hal itu berlarut-larut menguasai hati dan pikiran kita, karena kehidupan yang dikendalikan oleh kekecewaan akan melahirkan hal-hal negatif, salah satunya adalah tawar hati.  Situasi ini pun akan dimanfaatkan oleh Iblis, karena Iblis paling suka melihat orang Kristen kecewa dan tawar hati.  Tertulis:  “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”  (Amsal 24:10), sehingga Iblis akan semakin mudah menghasut dan mempengaruhi kita dengan tipu muslihatnya yang licik.  “Lihat itu…orang yang tidak beribadah kepada Tuhan dan tidak setia melayani, hidupnya berkelimpahan!  Sementara kamu yang sudah rajin beribadah, berdoa dan mengikut Tuhan dengan setia cuma bisa gigit jari.  Rugi kamu!”  Daud mengingatkan,  “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;”  (Mazmur 37:1-2).

Di masa-masa sulit seperti sekarang ini Iblis ingin sekali membuat kita hanya mengutamakan dan meperhatikan hal-hal yang lahiriah atau tampak secara kasat mata, padahal kita sendiri tahu bahwa yang kelihatan itu sifatnya hanya sementara, dan selalu berakhir dengan kekecewaan.  Tetapi kita tetap saja termakan dan terprovokasi oleh hasutan si Iblis.  Berbicara tentang kekecewaan, seharusnya Tuhan Yesus yang layak kecewa.  Coba bayangkan!  Orang yang mengkhianati dan menyerahkan Dia bukanlah orang asing, bukan orang jauh dan juga bukanlah musuh;  justru yang mengkhianati dan menyerahkan Dia adalah Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya sendiri.

Sungguh, apa yang tampak mata seringkali membuat kita kecewa dan tawar hati.  Supaya kita tidak mudah kecewa jangan sekali-kali berharap dan mengandalkan manusia.  Sebaliknya andalkan Tuhan dalam segala perkara dan tetap nanti-nantikan Dia, sebab  “…semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;”  (Mazmur 25:3).

Kita tidak akan mudah kecewa bila kita hidup karena percaya, bukan karena melihat!

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/15/renungan-pagi-15082015/

Posted on 16/08/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: