JEMAAT YANG SETIA & MURID SEJATI : Mendisiplinkan Diri

Edisi : Minggu, 09 Agustus 2015

JEMAAT YANG SETIA

Bacaan Alkitab : Wahyu 3:7-13

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi. (Wahyu 3:10)

Filadelfia adalah kota termuda di antara tujuh kota yang disebut dalam kitab Wahyu. Kota ini dibangun Raja Attalus II pada 150 SM. Attalus membangun kota itu untuk menyatakan kasihnya kepada Eumenes, saudara laki-lakinya. Karena itu, kota ini diberi nama Filadelfia, dari kata bahasa Yunani yang artinya “orang yang mengasihi saudara laki-lakinya”.

Yesus menyurati jemaat ini untuk memuji pekerjaan mereka, ketaatan mereka kepada firman Tuhan, dan keteguhan mereka untuk tidak menyangkal nama Kristus dalam penderitaan. Dia mendorong mereka tetap tekun dan bertahan di dalam penderitaan. Tuhan berjanji kepada mereka yang setia bahwa Dia akan memelihara mereka dari kesukaran lebih besar yang akan terjadi.

Sesungguhnya jemaat Filadelfia bukanlah jemaat yang besar dan kuat. Ungkapan “kekuatanmu tidak seberapa” menunjukkan bahwa jemaat Filadelfia adalah jemaat yang kecil, baik dari segi jumlah anggota maupun sumber daya lainnya. Tuhan menegaskan bahwa Dialah yang memiliki otoritas tertinggi. Jadi walaupun kekuatan mereka terbatas, Tuhan yang akan menjadi pembela mereka.

Kehidupan jemaat di Filadelfia memberikan inspirasi bagi kehidupan gereja masa kini. Minoritas dengan banyak tekanan dari luar. Tetapi, gereja Tuhan harus memiliki komitmen untuk hidup menaati firman Tuhan dalam situasi apa pun. Penderitaan yang datang justru merupakan ujian iman dan ketaatan kita kepada Tuhan. Mari tetap tekun dan setia kepada-Nya di tengah-tengah kesukaran dan penderitaan yang kita alami.

PENDERITAAN ADALAH SALAH SATU UJIAN KEHIDUPAN BERIMAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/06/renungan-sore-06082015

MURID SEJATI : Mendisiplinkan Diri

Bacaan Alkitab :  Yesaya 50:4-11

“Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”  Yesaya 50:4b

Kata murid disebut pula anak didik, siswa, pelajar atau pengikut, biasanya anak/orang yang berkomitmen kepada orang yang berotoritas.  Sementara istilah murid yang tertulis di kitab-kitab Injil umumnya menunjuk kepada para pengikut Kristus, dan merupakan sebutan yang umum bagi mereka yang dalam gereja mula-mula disebut orang percaya.  Yang namanya murid berarti tidak luput dari proses pembelajaran, sebab tugas utamanya adalah belajar. Proses pembelajaran akan terjadi apabila seorang murid punya kesediaan untuk diajar, dilatih dan dibimbing oleh gurunya.

Orang percaya bisa bertumbuh menjadi murid Kristus yang sejati apabila ia mau mendisiplinkan diri untuk belajar kepada Kristus;  dan semakin kita mau mendisiplinkan diri untuk dilatih, diajar dan dibimbing-Nya, semakin mudah pula Tuhan membentuk kita sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.  Mendisiplinkan diri dalam hal apa?  Dalam hal mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baru, mulai dari cara berpikir, bertutur kata dan berperilaku.  Kita mau mendisiplinkan diri secara pribadi dengan Tuhan melalui saat teduh:  membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari, serta mendisiplinkan diri secara korporat melalui ibadah dan persekutuan.  “…siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  (2 Korintus 5:17).  Dengan kata lain kita berkomitmen untuk meninggalkan cara hidup yang lama dan hidup sebagai manusia baru di dalam Kristus, sehingga  “…kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”  (2 Korintus 3:18).

Kebiasaan hidup yang baru tidak akan terbentuk jika dipaksakan oleh pihak lain kepada diri seseorang, tetapi pihak kita sendiririlah yang harus berkomitmen merelakan diri untuk didisiplinkan oleh Tuhan:  mendengar suara-Nya, mematuhi perintah-Nya, mempraktekkan ajaran-Nya dan meneladani kehidupan-Nya.

 Tuhan Yesus adalah Guru Agung kita, karena itu relakan dirimu diajar dan disiplin oleh-Nya!

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/08/08/renungan-pagi-08082015/

Posted on 09/08/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: