TIDAK TERLAMBAT & SIKAP MENGHADAPI KRISIS

Edisi : Minggu, 19 Juli 2015

TIDAK TERLAMBAT

Bacaan Alkitab: Lukas 15:11-32

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (Lukas 15:17)

Orang lapar butuh makan atau ia akan kelaparan dan jatuh sakit. Orang sakit butuh obat atau penyakitnya bertambah parah dan mengakibatkan kematian. Orang lelah butuh istirahat atau ia akan jatuh sakit. Begitu juga, orang berdosa memerlukan kasih karunia Allah untuk memperoleh pengampunan. Sayangnya, sebagai orang berdosa, kita jarang menyadarinya. Akibatnya, banyak orang merasa nyaman hidup dalam keberdosaan, bahkan mungkin lupa dirinya berdosa dan jauh dari Allah.

Si bungsu menyalahgunakan keinginannya untuk mandiri. Ia hidup berfoya-foya dan akibatnya jatuh melarat. Ia lalu menyadari dirinya salah mempergunakan kesempatan yang diberikan sang bapa. Kesadarannya tidak berhenti sampai di situ. Ia pun mengambil keputusan untuk melangkah pulang kembali ke bapanya. Ia mengakui kesalahannya dengan berkata, “Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa” (ay. 18, 21). Ini adalah langkah pertobatan yang konkret: menyadari kesalahan, mengambil langkah pertobatan, dan memohon ampunan.

Kisah si bungsu kiranya mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita pun tidak terlepas dari salah dan dosa. Kita sering salah terhadap sesama, terlebih lagi terhadap Allah. Kita mengabaikan firman Tuhan dan mengikuti hawa nafsu kedagingan. Ketika menyadarinya, kita perlu menindaklanjutinya dengan langkah konkret pertobatan: kembali kepada Allah dan meninggalkan cara hidup yang lama, memulai langkah hidup baru di dalam Tuhan. Hidup baru yang diisi dengan menjadi pelaku firman-Nya.

KESADARAN UNTUK BERTOBAT MEMBUKA JALAN
UNTUK MENYAMBUT PENGAMPUNAN DAN HIDUP BARU KARUNIA ALLAH

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/17/renungan-sore-17072015
SIKAP MENGHADAPI KRISIS

Bacaan Alkitab: Habakuk 3:2-19

Namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. (Habakuk 3:18)

 Bagaimana sikap kita pada waktu mengalami krisis? Bingung, takut, frustasi, putus asa? Kita bisa belajar dari sikap Habakuk, yang tercermin dalam kalimat-kalimat doanya.

Pertama, ia bersikap rendah hati, menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Allah. Kedua, ia menyatakan rasa hormat terhadap Allah. Dalam surat Ibrani kita membaca bahwa kita dapat menghadap hadirat Allah dengan penuh keberanian melalui darah Kristus. Tetapi, hal itu bukan berarti mengurangi sikap hormat dan takut kita kepada Allah. Ketiga, ia memohon agar Allah menghidupkan dan menyatakan pekerjaan-Nya ”dalam lintasan tahun” (ay. 2). Artinya, di tengah hal-hal mengerikan yang terjadi atau dalam tahun-tahun sengsara dan malapetaka yang dinubuatkan. Menghidupkan berarti memelihara, tetapi juga mengoreksi. Itulah yang seharusnya menjadi permohonan kita pada masa kini, yaitu agar Tuhan memelihara dan mengoreksi umat-Nya. Keempat, ia memohon agar Allah mengingat akan kasih sayang-Nya. Dengan kata lain Habakuk berkata, ”Bertindaklah sesuai dengan sifat-Mu. Dalam murka-Mu, tunjukanlah belas kasih-Mu kepada kami.”

Memang tidak mudah bersikap benar dalam menghadapi krisis. Tuhan Yesus saja perlu beberapa kali mempersiapkan murid-murid-Nya dalam menghadapi penyaliban-Nya. Walaupun demikian, para murid tetap tidak mengerti. Bahkan sampai Yesus bangkit kembali. Semoga kita tidak demikian. Semoga kita mengerti. Sungguh-sungguh mengerti. Sehingga kita dapat bersikap benar, di tengah krisis apa pun.

KRISIS DATANG DAN BERLALU,
PEMELIHARAAN TUHAN MENYERTAI SELALU

 

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/16/renungan-sore-16072015/

Posted on 19/07/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: