SAHABAT & FIRMAN TUHAN: Jangan diremehkan!

Edisi : Minggu, 12 Juli 2015

SAHABAT

Bacaan Alkitab: Filipi 2

Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita lagi dan berkurang dukacitaku. (Filipi 2:27-28)

Saya memiliki beberapa sahabat. Kami sering berbagi hingga hal-hal pribadi. Uniknya, ada sahabat yang memiliki sifat, kebiasaan, dan bentuk tubuh yang kontras dengan saya. Toh kami tetap bersahabat erat karena kesamaan tujuan hidup. Kami memiliki hasrat kuat untuk saling memahami, menghargai, menerima, memperhatikan, dan menolong. Melalui hubungan ini, kami belajar bertumbuh di dalam kasih.

Rasul Paulus pun tidak berjuang sendiri. Ia memiliki beberapa sahabat. Ia menerapkan prinsip persahabatan dari ajaran Kristus. Kasih dan belas kasihan menjadi dasar yang menghasilkan banyak perilaku positif. Oleh kasih, kita saling menghibur dalam Roh, saling menasihati, sehati, sepikir, sejiwa, dan satu tujuan (ay. 1, 2).

Mendahulukan kepentingan orang lain dan merendahkan diri menjadikan persahabatan begitu indah. Meskipun Timotius dan Epafroditus sangat penting bagi Paulus yang sedang dipenjara, Paulus berencana mengirimkan mereka kepada jemaat di Filipi. Paulus pernah sangat sedih ketika Epafroditus sakit dan hamper meninggal. Rasa rindu antara Paulus, Epafroditus, Timotius, dan jemaat di Filipi menandai persahabatan mereka yang murni.

Bila Anda memiliki sahabat, rekatkanlah persahabatan Anda dengan kasih Kristus. Belajarlah menerapkan kasih itu dalam bentuk saling menguatkan dan saling menasihati dengan lembut. Layanilah sahabat Anda dengan memperhatikan kebutuhannya dan dalam kerendahan hati.

PERSAHABATAN ADALAH SARANA UNTUK BELAJAR MENGASIHI,
DAN DAPAT MENOLONG KITA LEBIH TEGAR MENGHADAPI PENDERITAAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/10/renungan-sore-10072015

FIRMAN TUHAN: Jangan diremehkan!

Bacaan Alkitab:  Amsal 13:1-25

“Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”  Amsal 13:13

Kata meremehkan dapat diartikan:  menganggap tidak berarti.  Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya, ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri.  Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti akan berakibat sangat fatal.  Itulah sebabnya karena kasih-Nya kepada manusia maka Tuhan terlebih dahulu memberitahukan segala sesuatu melalui firman-Nya tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.  Tetapi seringkali manusia memilih untuk tidak taat atau melanggar perintah Tuhan sebagai tanda bahwa ia menganggap remeh firman-Nya.

Suatu ketika Tuhan berfirman kepada manusia,  “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”  (Kejadian 2:16-17).  Tetapi Hawa lebih tertarik dan setuju dengan kebohongan si ular untuk memakan buah yang dilarang Tuhan.  Di dalam hati Hawa mulai timbul ketidakpercayaan atau keragu-raguan terhadap firman Tuhan, bukti bahwa ia meremehkan firman yang disampaikan oleh Tuhan.

Seringkali kita pun bersikap dan berlaku seperti Hawa dalam menanggapi firman Tuhan, dimana kita lebih memilih melakukan apa yang dilarang dan tidak mau melakukan apa kehendak-Nya.  Kita memilih melakukan sesuatu yang menyenangkan daging kita yang tampak nikmat meski sesaat, padahal hal itu membawa akibat yang sangat mengerikan.  Karena telah meremehkan firman Adam dan Hawa harus menanggung akibatnya:  kehilangan damai sejahtera dan hidup dalam ketakutan,  “…bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.”  (Kejadian 3:8), mereka pun berkata:  “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”  (Kejadian 3:10);  hidup dalam susah payah  (Kejadian 3:16-19);  kehilangan kepercayaan dari Tuhan, sehingga mereka terusir dari taman Eden  (Kejadian 3:23-24).

Jangan sekali pun meremehkan firman, karena Tuhan tidak bisa dipermainkan!

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/09/renungan-pagi-09072015/

Posted on 12/07/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: