SKALA PRIORITAS & BUKAN KARENA SALEH

Edisi : Minggu, 5 Juli 2015

SKALA PRIORITAS

Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 22:2-19

Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah.

(1 Tawarikh 22:19)

Kisah sederhana ini menggambarkan cara kita mengatur prioritas. Seorang mahasiswa membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Ia pun membuka situs yang mendukung tugasnya di internet. Tetapi, ketika muncul iklan film yang belum pernah dilihatnya, ia mengunduh dan menonton film itu hingga malam semakin larut. Sementara tugasnya belum jadi ia kerjakan sama sekali.

Berbeda dari mahasiswa di atas, Daud mampu menentukan prioritas dengan benar sebagai dasar pembangunan Bait Suci. Meskipun ia hanya membantu Salomo, putranya, Daud mempersiapkan banyak hal dengan baik. Pertama, firman yang telah Daud terima menjadi prinsip bagi seluruh tindakan Daud menyiapkan pembangunan Bait Allah. Kedua, penyiapan diri Salomo agar taat kepada Allah menempati prioritas mendahului persiapan material. Itulah sebabnya Daud berbicara mewakili Allah memberikan pesan kepada putranya ini. Sesudah kedua hal tersebut, barulah hal ketiga dimunculkan, yaitu penyediaan material.

Di dalam hidup ini, sungguhkah kita telah menempatkan skala prioritas secara benar dengan menjadikan kebenaran firman Tuhan sebagai dasar dari segala sesuatu yang akan kita lakukan? Apakah kita selalu menempatkan ketaatan pada kehendak Tuhan di atas segalanya? Apakah kita selalu menjaga fokus tujuan hidup kita pada kemuliaan nama Tuhan? Waspadalah senantiasa karena dunia akan selalu menggoda kita sehingga fokus kita membias, dari prioritas rohani kepada Tuhan menjadi fokus pada duniawi, yakni kesenangan diri sendiri.

ORANG PERCAYA HENDAKNYA MEMPRIORITASKAN TUHAN
DI ATAS SEGALANYA

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/01/renungan-sore-01072015

BUKAN KARENA SALEH

Bacaan Alkitab: Kejadian 6

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

(Kejadian 6:8)

 Sejak zaman Sekolah Minggu, saya membayangkan Nuh sebagai seorang nabi yang saleh, kalis dari kesalahan, menjulang berbeda dari orang-orang sezamannya—karena itulah Tuhan memilihnya untuk memulai sebuah angkatan baru. Film Noah garapan Darren Aronofsky menawarkan cara pandang yang menggelitik. Pada satu titik, Nuh menyadari bahwa dirinya sama bejatnya dengan orang-orang di sekitarnya. Selebihnya, sosoknya ditampilkan garang, lengkap dengan sebuah pilihan yang nyaris fatal, yaitu hendak membunuh cucunya. Film ini mendorong saya memikirkan ulang sosok Nuh.

Bagaimana sebenarnya Alkitab menggambarkan Nuh? Jika kita mencermati Kejadian 6:1-7, Alkitab memaparkan kejahatan seluruh manusia—tanpa kecuali. Secara tersirat, Nuh juga bagian dari angkatan yang jahat itu. Ia tidak sebersih yang kita kira. Titik balik berlangsung di ayat 8: “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Baru kemudian muncul catatan: “Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya” (ay. 9). Artinya, Nuh menjadi orang benar bukan karena kesalehannya sendiri, melainkan karena mendapatkan kasih karunia Tuhan.

Catatan Alkitab tentang Nuh nyatanya menggarisbawahi Injil kasih karunia. Kisah Nuh menggaungkan kabar gembira: bahwa dari masa ke masa Tuhan membenarkan manusia bukan karena perbuatan baik atau amal ibadahnya, melainkan karena anugerah-Nya semata (bdk. Ef. 2:8). Kabar gembira yang sungguh melegakan karena kepada kita pun Tuhan berkenan menyatakan kemurahan-Nya.

KESALEHAN KITA BUKANLAH SYARAT UNTUK PEMBENARAN TUHAN.
SEBALIKNYA, KESALEHAN KITA ADALAH BUAH DARI PEMBENARAN TUHAN.

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/07/02/renungan-sore-02072015

Posted on 05/07/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: