ANAK DOMBA DI TENGAH SERIGALA (2)

Bacaan Alkitab Pagi 5 Juli 2015:  Matius 10:16-33

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”  Matius 10:16

Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik, itulah sebabnya Ia tidak akan membiarkan domba-domba-Nya teresat dan terhilang.  Ketika anak domba sedang berada dalam ancaman dan marabahaya gembala itulah yang akan membela, melindungi, menyelamatkan dan menggendong anak domba itu, dan kemudian membawanya ke tempat yang paling aman.  Daud memiliki pengalaman bagaimana menjadi penggembala kambing domba.  “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.”  (1 Samuel 17:34-35).

Sebagai anak domba keberadaan kita lemah dan tak berdaya, karena itu kita tidak bisa berada jauh dari Gembala.  Jika menjauh sulit bagi kita untuk bisa bertahan di tengah situasi menghimpit.  Tinggal dekat dan bergantung penuh kepada Gembala adalah mutlak.  Karena yang mengutus kita adalah Gembala Agung yaitu Tuhan Yesus, tidak ada yang perlu ditakutkan dan dikuatirkan,  “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”  (Mazmur 23:4).  Di tengah dunia yang dipenuhi kejahatan Tuhan menghendaki kita cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  Cerdik dan tulus adalah satu kesatuan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri.  Kalau kita hanya cerdik tanpa disertai ketulusan artinya kita licik dan penuh trik.  Sebaliknya kalau kita hanya tulus saja tapi tidak cerdik sangat berbahaya, akan menjadi sasaran empuk musuh, ditipu, dimanfaatkan dan menjadi korban, karena itu  “…waspadalah terhadap semua orang;”  (Matius 10:17).

Karena kita adalah seperti anak domba, maka dalam menyelesaikan segala permasalahan hidup ini kita pun harus bersikap tenang dan penuh kelembutan, bukan emosional dan penuh kemarahan, harus ada penguasaan diri.

Dekat dengan Gembala Agung adalah kunci bertahan di tengah tantangan!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/07/anak-domba-di-tengah-serigala-2.html

Posted on 05/07/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: