KEBAHAGIAAN SEJATI & FOKUS HIDUP

Edisi : Minggu, 28 Juni 2015

KEBAHAGIAAN SEJATI

Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 2:20-26

Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? (Pengkhotbah 2:25)

Ingin menikmati hidup—itu yang sering ada di benak kita. Dengan cara apa pun kita berusaha meraihnya, asalkan bisa mereguk kebahagiaan. Tetapi, apakah kebahagiaan itu selaras dengan kehendak Allah? Tidak jarang kita mendengar orang kaya, sukses, terkenal, tampan, atau cantik yang merasa hidupnya hampa. Bergelimang kemewahan, namun depresi, lalu mengkonsumsi narkoba, bahkan sampai bunuh diri. Mereka tidak bahagia.

Allah menghadirkan kita di dunia ini, agar kita dapat menikmati semua berkat-Nya. Dia menghendaki kita hidup mengasihi-Nya, menaati-Nya, dan menjadi berkat bagi sesama. Dengan kata lain, hidup menurut tujuan Allah. Kitab Pengkhotbah menulis contoh yang relevan dengan kehidupan sekarang. Salomo mengejar hal-hal yang selalu diinginkan manusia, yakni kekayaan, kepoluleran, dan kekuasaan, demi kebanggaan dan kepuasan diri. Ia merasa berhak mendapatkan semuanya itu untuk merayakan keberhasilan dan menikmati hasil jerih lelahnya. Sampai kemudian Salomo menyadari bahwa semuanya hanyalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin—mendatangkan kehampaan.

Hidup kita singkat. Hidup yang benar adalah hidup menurut tujuan Allah. Kehampaan hidup tidak akan kita alami kalau kita hidup di dalamnya. Kiranya kita menyadari kekeliruan jika langkah kita telah melenceng sehingga mengejar kesia-siaan. Kembalilah ke tujuan yang benar. Meskipun kita pernah gagal, kasih karunia Allah senantiasa menyediakan kesempatan baru bagi kita untuk memperbaiki diri.

KEBAHAGIAAN SEJATI HANYA DIDAPATKAN
KETIKA KITA HIDUP MENURUT TUJUAN ALLAH

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/06/27/renungan-sore-27062015
FOKUS HIDUP

Bacaan Alkitab: Filipi 3:1b-16

Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:14)

Anak saya tidak dapat belajar dengan baik bila ada hal lain yang mengganggunya, seperti televisi yang menyala atau ada tamu bercakap-cakap dengan kami. Ia tidak bisa fokus dan perhatiannya akan teralih pada acara televisi atau ikut bercakap-cakap dengan kami. Orang percaya juga sering kesulitan untuk berfokus kepada Allah. Ada banyak hal lain yang dapat mengalihkan perhatian kita dari Allah. Kesibukan sehari-hari, pekerjaan yang menumpuk, kekhawatiran, kesulitan ekonomi yang menekan, dan masih banyak lagi.

Paulus mengungkapkan bahwa ia berkehendak untuk mengenal dan bersekutu dengan Allah di dalam Kristus (ay. 10) dan dapat menyatakan Kristus melalui hidupnya. Oleh karena itu, Paulus bersungguh-sungguh mengarahkan dirinya untuk berfokus pada apa yang ada di hadapannya dan bukan pada apa yang ada di belakangnya, yaitu masa lalunya (ay. 13). Keseriusannya terungkap dengan usahanya untuk “mengejar” Kristus dengan berlari-lari pada satu tujuan yang pasti, yaitu memperoleh hadiah berupa panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus (ay. 14). Fokus inilah yang membuat Paulus konsisten dalam pelayanannya memberitakan Injil Kristus.

Fokus diri kita bisa jadi hari ini sedang teralih oleh beragam persoalan dalam hidup dan juga godaan dari dunia. Kita tidak melihat hadiah di “ujung” sana, yaitu hidup surgawi dalam anugerah Allah. Mungkin fokus kita adalah dunia ini dan, justru karena itu, hidup kita jadi tidak menentu. Ada satu langkah yang perlu diambil saat ini: berbalik dan berlari-lari kepada tujuan semula, yaitu kehidupan surgawi itu.

FOKUS! FOKUS! FOKUS! HANYA DENGAN TETAP BERFOKUS KEPADA ALLAH,
HIDUP KITA AKAN BERJALAN MENUJU TUJUAN YANG ALLAH ANUGERAHKAN

 

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/06/26/renungan-sore-26062015

 

Posted on 28/06/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: