BERKAT DARI PEMBENARAN ALLAH (1)

Bacaan Alkitab Pagi 26 Juni 2015:  Roma 5:12-21

“…demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”  Roma 5:19

Adapun proses pembenaran Allah adalah melalui karya pengorbanan Anak-Nya, Yesus Kristus di kayu salib.  Dengan pengorbanan-Nya kita dibebaskan dari kutuk dosa, karena  “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'”  (Galatia 3:13).  Pengorbanan-Nya menutupi dosa-dosa kita.  “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”  (Roma 5:18-19).

Ada berkat-berkat yang luar biasa ketika orang berdosa dibenarkan oleh Allah.  Adapun berkat utamanya adalah beroleh pengampunan dosa.  Ketika seseorang dibenarkan, secara otomatis dan tidak dapat tidak, dosa-dosanya diampuni dan hukumannya juga dibatalkan.  Bagaimana orang dapat dibenarkan apabila hukuman dosanya masih saja berlaku dan tetap ditanggungkan kepadanya?  Orang yang dibenarkan oleh Allah keadaannya seperti anak bungsu yang kembali kepada bapanya,  “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”  (Lukas 15:18-20).

Berkat lain ketika seseorang dibenarkan Allah yaitu  “…hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.”  (Roma 5:1).  Kita beroleh damai sejahtera oleh karena kita mengalami pemulihan hubungan dengan Allah.  “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,”  (Efesus 2:13-14).

Karena dibenarkan, kita yang dahulunya hidup jauh dari Allah kini menjadi dekat!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/06/berkat-dari-pembenaran-allah-1.html

Posted on 26/06/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: