JANGAN SUKA BOHONG!

Bacaan Alkitab Pagi 14 Juni :  Mazmur 34:1-23

“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;”  Mazmur 34:14

Berbohong atau berdusta adalah satu dari sekian banyak kesalahan atau pelanggaran yang hampir semua orang pernah melakukannya.  Bahkan hal berbohong atau berdusta ini seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele, lumrah dan dianggap sebagai kesalahan yang manusiawi.  Benarkah demikian?  Ketahuilah bahwa berkata bohong atau dusta  (tidak benar)  bukanlah perkara yang bisa ditoleransi karena hal itu merupakan dosa.

Berbohong atau berdusta adalah perbuatan yang bertentangan dengan firman Tuhan.  Bohong atau dusta adalah salah satu dosa lidah yang sangat berbahaya dan harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan orang percaya.  Alkitab mencatat bahwa bohong atau dusta adalah satu di antara tujuh perkara yang sangat dibenci oleh Tuhan.  “Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.”  (Amsal 6:16-19).  Bohong atau dusta sumbernya dari Iblis, karena Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta  (baca  Yohanes 8:44).  Maka jika ada orang yang suka sekali berbohong atau berdusta, siapa bapanya?  Bila kita tidak mau disebut sebagai anak-anak Iblis maka kita harus berhenti berkata bohong atau dusta.

Sebagai orang percaya kita harus bisa menjaga lidah kita dari ucapan-ucapan yang menipu;  jika tidak, kita bukan hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain, tapi juga mempermalukan nama Tuhan.  Terlebih-lebih jika kebiasaan berbohong itu dilakukan oleh mereka yang sudah terlibat dalam pelayanan, apa kata dunia?  Berhati-hatilah!  Bohong atau dusta adalah dosa yang mengikat.  Sekali orang berani berbohong ia akan cenderung untuk terus berbohong, dan akhirnya bisa menjadi suatu kebiasaan.

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.”  1 Petrus 3:10
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/06/jangan-suka-bohong.html

Posted on 14/06/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: