PERINGATAN DINI & TENAGA DAN KUASA

Edisi : Minggu, 31 Mei 2015

PERINGATAN DINI

Bacaan Alkitab : Kejadian 4:1-16

Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya. (Kejadian 4:7b)

Kain dan Habel–sebuah kisah klasik sepanjang masa. Sebelum Kain membunuh Habel, Allah sudah memperingatkan Kain. Ketika ia hendak berbuat tidak baik, dosa tengah menanti di ambang pintu (ay. 7b). Ia harus mampu menguasai dirinya. Namun, ternyata roh jahat lebih dominan bersemayam dalam dirinya sehingga pembunuhan terhadap adiknya tidak terhindarkan lagi. Peringatan dini dari Allah tidak ia hiraukan. Jatuhlah Kain ke dalam dosa. Padahal, penyebabnya sangat sepele, karena persembahannya tidak diterima Allah (ay. 5). Alkitab tidak menjelaskan alasannya. Diperkirakan, Kain tidak mempersembahkan kurban yang terbaik.

Karena pembunuhan itu, Allah pun mengusir Kain. Kehidupannya akan lebih sukar. Ia menjadi pelarian dan pengembara di bumi (ay. 12). Namun, Allah tidak menghukum Kain dengan kematian. Allah bahkan masih memberikan kemurahan kepada Kain dengan memberinya tanda, agar setiap orang yang berjumpa dengannya tidak membunuhnya. Sungguh luar biasa rahmat dan belas kasih Allah terhadap Kain.

Dalam pergaulan sehari-hari, bisa jadi kita iri atau benci kepada sesama. Nah, jika kita bermaksud berbuat tidak baik terhadap seseorang, Roh Kudus akan mengingatkan kita. Ketika mendengar suara-Nya, berupa bisikan lembut dalam nurani kita, camkanlah hal itu sebagai peringatan dini dari Tuhan. Jangan membiarkan dosa, yang tengah berdiri di balik pintu, menerobos masuk. Sebaliknya, biarlah kasih Allah melembutkan hati kita dan mengubah kebencian kita pada orang itu.

JANGAN MEMBUKAKAN PINTU UNTUK DOSA
YANG HENDAK SINGGAH KE DALAM HATI KITA

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/26/renungan-sore-26052015/

TENAGA DAN KUASA

Bacaan Alkitab :  Lukas 9:1-6

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.”  Lukas 9:1

Menjadi pengikut Kristus bukan sekedar untuk menerima berkat dan mujizat dari Tuhan, tetapi harus siap membayar harga, siap menyangkal diri, siap berkorban dan siap diutus oleh Tuhan.  Diutus untuk apa?  “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”  (Markus 16:15).  Banyak orang Kristen yang sukanya hanya mendengar khotbah tentang berkat, kekayaan atau mujizat, tapi ketika firman-Nya berisikan tentang suatu perintah atau tugas, kita seolah-olah menutup mata dan telinga.  Kita tidak mau capai melayani, apalagi harus berkorban waktu, tenaga dan terlebih-lebih materi.

Awal sebagai orang percaya, keberadaan kita adalah bayi-bayi rohani  “…yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,”  (1 Petrus 2:2).  Tapi kita tidak berhenti pada tahap bayi atau kanak-kanak rohani, bukan?  “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.”  (Ibrani 5:13).  Kekristenan yang sehat adalah kekristenan yang terus bertumbuh sampai kita mencapai kedewasaan rohani, di mana kita mulai makan makanan yang keras.  “…makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”  (Ibrani 5:14).

Setelah kita menjadi kuat dan dewasa secara rohani, inilah saat untuk kita menerima tugas dan tanggung jawab dari Tuhan yaitu menjadi saksi-saksi-Nya di tengah dunia ini.  Tidak ada alasan untuk kita tidak merespons panggilan Tuhan!  Seberat apa pun tantangan yang ada kita harus mau melangkah!  Dengan kekuatan dan kepintaran sendiri mustahil kita mampu mengerjakan amanat Tuhan ini.  Puji Tuhan, kita tidak melangkah sendirian, tapi ada Roh Kudus beserta kita.  Sebelum murid-murid-Nya pergi, Tuhan terlebih dahulu memperlengkapi mereka dengan tenaga dan kuasa, itulah Roh Kudus.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  Kisah 1:8

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/27/renungan-pagi-27052015/

Posted on 31/05/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: