BERSAKSI: Yesus Harus Makin Besar

Bacaan Alkitab Pagi 30 Mei 2015:  Yesaya 44:1-8

“Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku?”  Yesaya 44:8b

Kalau kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari ada berbagai macam karakter orang Kristen.  Ada orang Kristen yang bersikap cuek dan masa bodoh demikian:  “Yang penting sudah beribadah ke gereja setiap Minggu, itu sudah lebih dari cukup.  Urusan pelayanan di gereja dan persekutuan dengan saudara seiman lainnya akut idak mau ambil pusing, emang gue pikiran.”  Ada pula orang Kristen yang sukanya hanya menuntut untuk dilayani dan diberi, namun ia sendiri tidak mau melayani dan memberi.  Lebih ekstrem lagi ada orang Kristen yang punya kebiasaan menjadi juri di gereja:  mengkritik sana-sini, menghakimi saudara seiman lainnya dan selalu mencari kelemahan hamba-hamba Tuhan, padahal ia sendiri tidak mau terlibat dalam pelayanan.

Syukur bagi Tuhan ada banyak orang Kristen yang menyadari akan panggilan hidupnya, memiliki roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan sehingga ia tidak bisa menahan bibir dan lidahnya untuk selalu bersaksi tentang  “…betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,”  (Efesus 3:18)  kepada setiap orang yang ditemuinya di manapun berada dan kapan pun waktunya.  Bagi sebagian besar orang Kristen istilah bersaksi tentu saja bukan hal yang asing lagi, namun tidak semua orang Kristen mau mempraktekkannya dengan berbagai alasan, padahal kesaksian hidup adalah manifestasi dari pengakuan iman kita sebagai orang percaya.  Kekristenan tanpa sebuah kesaksian hidup bisa dikatakan kekristenan yang imannya mati.  Dikatakan:  “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”  (Yakobus 2:17).

Sebagai umat yang telah ditebus, diselamatkan dan mengalami kasih Tuhan, kita memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai saksi-saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini.  Yang dimaksud dengan bersaksi adalah menceritakan, memberitahukan dan mengabarkan kepada orang lain tentang segala sesuatu yang telah kita alami bersama dengan Kristus agar orang lain tahu dan dapat mengalami kasih seperti yang kita alami.  Karena kita ini adalah saksi Kristus, maka yang harus kita saksikan dan beritakan adalah pribadi Kristus dan karya-Nya, bukan diri sendiri yang dikedepankan dan dinomorsatukan.

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”  Yohanes 3:30
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/05/bersaksi-yesus-harus-makin-besar.html

Posted on 30/05/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: