MEMBACA DAN KERENDAHAN HATI & ANGGUR BARU DI KANTONG BARU

Edisi : Minggu, 24 Mei 2015

MEMBACA DAN KERENDAHAN HATI

Bacaan Alkitab : Roma 15:1-13

Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. (Roma 15:4)

Sebuah artikel menjelaskan bahwa manfaat membaca itu ternyata bukan sekadar membantu proses menghafalkan suatu informasi. Manfaat lain yang tidak kalah penting, membaca dapat melatih kita untuk membuka diri menjadi pribadi yang rendah hati. Membaca mendorong kita berinteraksi dengan pemikiran orang lain, yang dapat memperluas wawasan kita atau menantang pendapat yang selama ini kita percayai. Di situlah kerendahan hati kita diasah.

Alkitab berisi firman Tuhan yang ditulis oleh sekitar 40 pengarang dengan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda. Harus kita akui, sebagai orang awam yang tidak belajar di sekolah Alkitab, kita sering kali mengalami kendala saat mencoba mengerti maknanya. Misalnya saja, bagaimana bisa memahami Kitab Bilangan, yang penuh dengan angka dan perhitungan memusingkan? Atau Kitab Kidung Agung, yang kadang-kadang dikomentari sebagai “bacaan untuk tujuh belas tahun ke atas”?

Di sinilah pentingnya kita meminta pimpinan Roh Kudus. Kita perlu merendahkan hati dulu, agar Roh Kudus leluasa membimbing kita. Mungkin memang banyak bagian yang tidak dapat kita pahami dengan baik karena keterbatasan kita. Namun, Roh Kudus akan menuntun kita menemukan wawasan baru dan menantang pendapat kita yang tidak sesuai dengan kebenaran. Melalui Alkitab, Roh Kudus juga akan memperlihatkan betapa sejak semula sampai selama-lamanya Tuhan sangat mengasihi kita semua. Dan Tuhan mengundang kita untuk membaca “surat cinta-Nya”, agar kita semakin mengenal Dia.

MEMBACA ALKITAB DENGAN KERENDAHAN HATI
MEMBAWA KITA KEPADA PENGENALAN AKAN TUHAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/21/renungan-sore-21052015/

ANGGUR BARU DI KANTONG BARU

Bacaan Alkitab :  Lukas 5:36-39

“Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”  Lukas 5:38

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang kaya, karena itu Dia berkata,  “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”  (Yohanes 10:10b).  Namun banyak orang Kristen kurang bersemangat dalam mengiring Tuhan oleh karena beratnya pergumulan hidup.  Seringkali timbul pertanyaan di benak mereka,  “Katanya Tuhan memberi hidup yang berkelimpahan dan merancangkan hari depan yang penuh harapan.  Aku sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun tapi hidupku tetap saja seperti ini, tidak ada perubahan.”  Ayat nas menyatakan,  “…anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”.  Sesungguhnya Tuhan sangat ingin mencurahkan berkat-berkat-Nya secara melimpah ke dalam hidup anak-anak-Nya, tapi yang menjadi persoalan adalah kita sendiri yang seringkali belum siap menerima curahan berkat Tuhan tersebut.  Suatu contoh:  banyak di antara orang Kristen yang ketika hidupnya masih pas-pasan dan penghasilannya masih sedikit sudah tidak mau taat dan setia mengembalikan persepuluhan, padahal firman Tuhan berkata,  “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”  (Maleakhi 3:8, 10).  Masih berpenghasilan sedikit saja kita tidak taat mengembalikan persepuluhan, bagaimana kalau nantinya kita berpenghasilan besar, kita merasa  ‘sayang’  mengembalikan uang persepuluhan.

Ketaatan dan kesetiaan dalam mengerjakan perkara-perkara rohani inilah yang akan menuntun kita kepada berkat!  Selama kita tidak mau taat mulai dari perkara-perkara kecil, Tuhan tidak akan mempercayakan perkara-perkara besar kepada kita.

Untuk mengalami penggenapan janji firman-Nya kita harus mau dibentuk, diproses oleh Tuhan sampai kita benar-benar layak di hadapan Tuhan dan memiliki kapasitas baru yang siap menerima curahan berkat-Nya. 

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/21/renungan-pagi-21052015/

Posted on 24/05/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: