MENCINTAI PROSES & TEMPAT PALING DALAM

Edisi : Minggu, 17 Mei 2015

MENCINTAI PROSES

Bacaan Alkitab : Ayub 10:1-22

Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8)

 Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses. Barang yang awalnya murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga dan bernilai setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Proses ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa tahap tertentu sampai suatu benda menjadi sempurna.

Kesempurnaan hidup juga tidak terjadi secara instan, tetapi melalui tahap-tahap proses. Untuk menghasilkan kehidupan yang sempurna, Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai cara untuk membentuk hidup kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan yang kita alami itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Allah itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).

Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub. Dalam titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang menimpanya. Ia mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan yang ditanggungnya itu. Bukankah sikap seperti ini juga terjadi dalam hidup kita? Rentetan penderitaan membuat kita mempertanyakan kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti penderitaan yang kita alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk menangggungnya. Tuhan ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkanNya untuk menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita mencintai proses pembentukan-Nya.

PROSES KEHIDUPAN AKAN BERJALAN DENGAN BAIK APABILA KITA MAU
MENERIMA, MENJALANI, DAN MENCINTAI SETIAP UJIAN YANG DIIZINKAN TUHAN

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/12/renungan-sore-12052015/

TEMPAT PALING DALAM

Bacaan Alkitab : Efesus 4:1-16

Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. (Efesus 4:9-10)

Dalam sebuah konseling, seseorang mengaku telah jatuh dalam dosa yang sangat parah. Akibat perbuatannya tersebut ia merasa bahwa dosanya sudah tidak mungkin diampuni oleh Tuhan. Ia berkata, “Saya sudah jatuh sangat dalam.” Karena beranggapan bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuninya lagi, orang ini jadi sangat tertuduh, minder, dan bahkan tidak bisa berdoa lagi.

Dalam menyelesaikan dosa manusia, Tuhan Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan naik melebihi segala langit. Kata “paling bawah” menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih dalam lagi. Kejatuhan kita mungkin sangat parah, tetapi Tuhan Yesus sudah mencapai tempat yang paling dalam untuk menyelesaikan dosa kita. Artinya, tidak ada dosa yang tidak bisa Tuhan Yesus selesaikan. Kematian-Nya di kayu salib sungguh ajaib sebab Dia mati satu kali untuk menyelesaikan semua jenis dosa di seluruh dunia bagi semua orang yang pernah lahir ke dunia.

Paulus berkata bahwa ia mengarahkan pandangannya ke depan, melupakan apa yang ada di belakangnya, termasuk segala kegagalan dan dosanya (Fil. 3:13). Paulus mengakui bahwa dirinya adalah penganiaya jemaat. Tetapi, Paulus tidak mau mengarahkan pandangan pada betapa parahnya ia telah jatuh, sebaliknya ia mengarahkan pandangan pada betapa tingginya kasih karunia Allah yang ada di dalam Tuhan Yesus.

Marilah kita menerima kasih karunia-Nya, yang mampu menyelesaikan masa lalu kita yang begitu buruk dan membawa kita kepada masa depan yang sejahtera.

TIDAK ADA DOSA YANG TERLALU PARAH
UNTUK DISELESAIKAN OLEH ANUGERAH TUHAN

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/05/14/renungan-sore-14052015/

Posted on 17/05/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: