MENANTI DAN TERUS MENANTI

Bacaan Alkitab Pagi 01 Mei 2015:  Mazmur 27:1-14

“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!”  Mazmur 27:13

Menanti adalah sebuah pekerjaan yang mungkin tidak membutuhkan tenaga besar, tapi bagi kebanyakan orang merupakan hal yang sulit dilakukan, suatu pekerjaan yang sangat membosankan, menjemukan dan bahkan sangat menguras emosi.  Orang akan gampang sekali marah, kesal, jengkel dan kecewa ketika harus menanti sekian lama, namun yang dinantikan ternyata tidak kunjung datang.  Dalam perjalanan hidup ini menanti selalu mewarnai keseharian kita.  Saat berobat ke dokter kita harus menanti giliran di ruang tunggu, di supermarket pun kita harus menanti giliran membayar di kasir, saat di gedung bioskop mau tidak mau kita harus rela mengantri tiket, seorang gadis menanti dengan galau akan kepastian hubungan dari pacar, saat bekerja kita juga menanti waktu tibanya jam pulang kantor, isteri-isteri dengan hati gelisah harus menanti pulangnya suami dari luar kota, orangtua menanti anak-anak pulang dari sekolah dan sebagainya.

Tak terkecuali di dalam kehidupan kekristenan ini banyak orang Kristen yang tidak tahan ketika harus melewati proses menanti yaitu menanti jawaban doa dari Tuhan, menanti Tuhan bertindak, menanti Tuhan menggenapi janji-Nya.  Ketidaksabaran dalam menanti waktu Tuhan inilah yang seringkali menjadi penghalang untuk kita melihat mujizat.  Harus kita akui bahwa menanti itu ternyata bukanlah perkara yang mudah.  Karena itu firman Tuhan mengingatkan,  “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!”  (Mazmur 27:14).  Kata kuatkanlah dan teguhkanlah berarti kita diperintahkan bukan hanya menanti, tetapi menanti dengan sabar, setia dan tetap tidak berubah apapun keadaannya.

Ada berkat disediakan Tuhan bagi orang-orang yang mau mempraktekkan kesabaran dan kesetiannya di dalam penantian terhadap-Nya:  “… orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”  (Mazmur 37:9).  ‘Mewarisi negeri’  berarti berkat yang diberikan Tuhan bukanlah berkat yang biasa-biasa saja, tapi berkat yang berkelimpahan.  Karena itu janganlah menyerah di tengah jalan! 

“Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;”  Mazmur 25:3a
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/05/menanti-dan-terus-menanti.html

Posted on 01/05/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: