PENGEMIS BERJAS & MELEMPAR ROTI KE AIR

Edisi : Minggu, 26 April 2015

PENGEMIS BERJAS

Bacaan Alkitab : Yakobus 2:1-13

Janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

(Yakobus 2:1)

Saya menyaksikan adegan aneh ini di Youtube. Seorang pengemis itu berdiri di keramaian, mengenakan jas dan rambutnya tersisir rapi. Hampir setiap orang yang didekatinya memberi uang sehingga dalam waktu singkat ia dapat mengumpulkan 9 dollar 50 sen. Kemudian, ia hanya mengenakan kaus oblong dan rambutnya kusam. Hasilnya? Tidak ada orang yang sudi memberinya uang! Mungkinkah penampilan lebih penting daripada kemiskinan itu sendiri sehingga memberi pun harus melihat penampilan?

Penulis surat Yakobus amat peduli pada pengamalan iman. Baginya, iman itu bukan sikap yang pasif, melainkan harus dipraktikkan dalam perbuatan (Yak. 2:14-26). Dan, ia tahu, salah satu hambatan serius untuk itu ialah kecenderungan manusia untuk memandang muka dan membedakan orang berdasarkan penampilannya. Orang yang mengalami penolakan akan tersisih dan terluka perasaannya. Sebaliknya, orang yang diistimewakan akan besar kepala dan dapat menimbulkan persoalan dalam jemaat. Sikap memandang muka seperti itu menyalahi hukum Tuhan yang utama: kasih (ay. 8).

Wujud penampilan manusia bisa beraneka ragam. Warna kulit. Rupa wajah. Busana dan aksesoris. Kendaraan. Kedudukan sosial. Kecakapan berbicara. Isi dompet. Bakat yang cemerlang. Gelar yang menempel di belakang nama. Kecacatan. Untuk itu, komunitas orang percaya harus bersikap hati-hati dan bijaksana. Jangan membeda-bedakan orang. Kecondongan manusia bersikap begitu amatlah kuat, namun kasih yang sejati tidak memandang muka.

 PERBEDAAN RUPA DI ANTARA MANUSIA ITU BIASA.
PEMBEDAAN ATAS DASAR RUPA MANUSIA ITU DOSA.

 

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/04/23/renungan-sore-23042015/

MELEMPAR ROTI KE AIR

Bacaan Alkitab : Pengkhotbah 11:1-8

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. (Pengkhotbah 11:1)

Hasil dari usaha menjajakan gorengan mungkin hanya cukup untuk makan satu hari keluarga Pak Tono. Toh kenyataan itu tidak mengalangi Pak Tono untuk bermurah hati. Selama beberapa waktu, setiap sore ia menyisihkan sebungkus gorengan untuk seorang anak dan ibunya yang sakit. Lima belas tahun berpisah dan ia pun sudah lupa dengan anak itu. Kehidupan Pak Tono tidak berubah, ia tetaplah penjaja gorengan dengan penghasilan pas-pasan.

Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di dekatnya. Seorang pemuda keluar dari mobil itu dan menyapa, “Pak Tono masih ingat saya?” Pak Tono menggeleng. “Saya anak kecil yang setiap sore menerima sebungkus gorengan dari Bapak. Kini izinkan saya untuk membalas budi baik Bapak.” Pak Tono terperanjat mendengarnya.

Salomo memberikan nasihat yang tidak lazim: melemparkan roti ke air. Ia berkata, ketika kita melakukannya, kita akan mendapatkannya lagi lama setelah itu. Rasanya mustahil ya? Bukankah lebih mungkin kalau kita melempar roti ke air, roti itu tidak pernah kembali pada kita? Kebenaran apakah yang hendak Tuhan sampaikan kepada kita melalui nasihat Salomo ini?

Tuhan sedang menunjukkan kepada kita tentang hakikat bermurah hati. Sama seperti air adalah tempat yang tidak lazim untuk melemparkan roti, lakukanlah kebaikan pada orang lain tanpa pamrih. Hendaknya kita bermurah hati atas dasar ketulusan, kerelaan, dan tanpa syarat, bukan karena mengharap-harapkan balasan.

KEMURAHAN HATI TANPA SYARAT ITU SAMA SEPERTI
KETIKA KITA MELEMPARKAN SECUIL ROTI KE DALAM AIR

 

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/04/22/renungan-sore-22042015/

Posted on 26/04/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: