DIMANA BELAS KASIHMU ? & TURUN UNTUK NAIK

Edisi : Minggu, 19 April 2015

DIMANA BELAS KASIHMU ?

Bacaan Alkitab : 2 Samuel 11:1–27

Sebab di mana ada… mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)

Kita sering mendengar keluhan semacam ini, “Saya heran, ia kan orang Kristen, hamba Tuhan lagi, tetapi entah kenapa hatinya tak tersentuh melihat penderitaan yang dialami pekerjanya?” Atau, “Tampaknya ia cukup aktif di gereja, ramah dan baik hati saat sama-sama melayani, tetapi saya heran, ketika saya bekerja dengannya-menjadi bawahannya, kelihatan deh aslinya. Ia menjadi seperti serigala yang hendak menerkam saya. Menakutkan!”

Yoab, panglima raja Daud. Mengenal betul kepribadian atasannya. Daud raja yang penuh belas kasihan, menyayangi nyawa anak buahnya, dan menghargai mereka (ay. 20). Namun, hari itu Yoab terkejut. Daud yang penuh belas kasihan itu berucap janggal, “Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu…” (ay. 25).

Daud yang biasanya penuh welas asih itu tiba-tiba menjadi kejam. Mengapa? Kepentingan pribadilah yang saat itu menguasainya. Bagaimanapun caranya, apa pun risikonya, ia memiliki kepentingan agar Uria orang Het itu mati di medan pertempuran (ay. 15). Daud harus menjaga reputasi, agar skandalnya dengan istri Uria terkubur–sebagaimana belas kasihnya saat itu juga terkubur.

Nas hari ini mengingatkan kita, “Sebab di mana ada… mementingkan diri sendiri di situ ada… segala macam perbuatan jahat.” Daud mementingkan diri sendiri, lalu ia kehilangan belas kasihan. Ingin tetap memiliki belas kasihan? Jangan mementingkan diri!

JANGAN TERLALU HERAN, KEPENTINGAN DIRI SENDIRI
DAPAT MENGUBUR BELAS KASIHAN

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/04/18/renungan-sore-18042015

TURUN UNTUK NAIK

Bacaan Alkitab : Yohanes 21:15–19

“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” … “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” (Yohanes 21:17)

Adi pulang sekolah dengan galau. Ia tahu apa yang akan ditanyakan ibunya. Benar! Saat melihatnya, ibu langsung mengorek, “Ranking berapa, Di?” “28, Bu,” jawab Adi pelan. “Apa? 28? 28 dari 30?” sergah ibunya. “Ibu dulu selalu top five, paling tidak top ten. Di, ingat, bagi Tuhan tiada yang mustahil!” “Ya, Bu,” jawab Adi kesal. “Bagi Dia memang tidak, tapi bagi Adi itu mustahil!”

Bandingkan sikap ibu Adi dengan respons Tuhan Yesus terhadap kegagalan murid-Nya. Simak percakapan-Nya dengan Petrus di tepi danau Tiberias sesudah kebangkitan-Nya. Awalnya, Dia meminta murid-Nya itu mengasihi-Nya dengan agape (“kasih tak bersyarat: mengasihi walaupun”), yang dijawab Petrus dengan philea (“kasih bersyarat: mengasihi jikalau”). Kemudian, Tuhan kembali melontarkan agape, dan Petrus tetap menjawabnya dengan philea. Petrus sadar ia pernah mengkhianati Gurunya. Ia belum mampu mengasihi-Nya dengan agape! Tuhan pun paham Petrus belum bisa memenuhi standar-Nya.

Akhirnya, Dia bertanya dengan philea, dan Petrus masih menjawabnya dengan philea. Tuhan tahu ada saatnya Petrus bisa mengasihi-Nya dengan agape. Ya, sesudah menerima Roh Kudus di hari Pentakosta (Kis. 2:1-4), Petrus berubah: kini ia berani bersaksi tentang Yesus dan, menurut tradisi, ia mati disalib terbalik karena merasa tak layak disalib “normal” seperti Gurunya. Ia dimampukan untuk mengasihi Tuhan dengan agape!

Lalu, bagaimana dengan kita? Maukah kita membiarkan orang lain bertumbuh menurut “kecepatannya” sendiri? Tuhan saja mau!

KITA BISA “NAIK” LAGI JIKA TETAP DIPERCAYA SAAT SEDANG “TURUN”

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/04/16/renungan-sore-16042015/

Posted on 19/04/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: