KETELADANAN HIDUP DAUD (2)

Bacaan Alkitab Pagi 18 April 2015:  Mazmur 143:1-12

“Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu!”  Mazmur 143:11

Keteladanan hidup bagaimana yang telah Daud tunjukkan, sehingga ia tampil sebagai pribadi yang berdampak bagi orang-orang disekitarnya?  1.  Daud suka merenungkan firman Tuhan.  “Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.”  (Mazmur 119:24), karena itu  “…merenungkannya sepanjang hari.”  (Mazmur 119:97).  2.  Daud suka memuji-muji Tuhan.  Tertulis:  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2), bahkan  “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau,”  (Mazmur 119:164).  Hal itu menunjukkan bahwa Daud adalah seorang yang sangat karib dengan Tuhan.

Bukan hal yang kebetulan jika Daud harus berada di gua Adulam, tinggal bersama dengan orang-orang yang frustasi, karena ternyata di balik situasi sulit yang dialami ini Tuhan memiliki rencana indah yaitu supaya melalui kehidupan Daud ini orang-orang yang tidak berpengharapan beroleh pemulihan.  Itu bukan karena kuat dan gagah Daud, tapi karena Roh Tuhan yg bekerja di dalam diri Daud.  “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,”  (Yesaya 61:1).  Orang-orang yang ada di gua Adulam hidupnya diubahkan:  dari yang negatif ke arah yang positif, dari pecundang menjadi seorang pemenang, dari orang-orang buangan yang tidak berharga di mata manusia menjadi pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa  (baca  2 Samuel 23:8-39).

Gua Adulam adalah gambaran dari keadaan dunia saat ini, dimana ada banyak orang yang sedang hidup dalam kesulitan dan tertimpa berbagai masalah:  sakit-penyakit, utang-piutang, frustasi, sakit hati, kepahitan, sulit mengampuni dan luka-luka batin lainnya.  Tuhan menghendaki kita untuk menjadi saluran berkat bagi mereka.  Bagaimana kita bisa menjadi berkat bila kita tidak menjadi teladan yang baik bagi mereka?

Hidup dalam persekutuan yang karib dengan Tuhan dan Roh Kudus adalah langkah awal menjadi pribadi-pribadi yang berdampak!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/04/keteladanan-hidup-daud-2.html

Posted on 18/04/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: