TULIP & KETEKUNAN IMAN

Edisi : Minggu, 29 Maret 2015

TULIP

Bacaan Alkitab: Matius 6:25-34

Mengapa kamu khawatir mengenai pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. (Matius 6:28-29)

 Pada suatu musim semi, saya mengajak istri melihat bunga tulip yang bermekaran. “Anda datang pada waktu yang tepat,” kata salah satu petani tulip. “Jika Anda terlambat, bunga ini sudah layu.” Hamparan bunga tulip yang berwarna-warni itu seperti karpet raksasa yang ditenun Tuhan. Tidak ada permadani buatan manusia seindah itu.

Kita barangkali tidak punya gambaran jelas tentang kemegahan dan keindahan jubah kebesaran yang dikenakan Salomo. Namun, dari penggambaran Yesus, kita bisa membayangkan betapa indah jubah itu. Uniknya, Yesus menyatakan kemegahan jubah Salomo itu tidak seindah hamparan bunga bakung yang tumbuh; yang tidak mendapatkannya dengan bekerja; yang tidak memintal benang bagi warna-warnanya. Bukan hanya bunga bakung, “rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api” (ay. 30) juga didandani Allah. Jika bunga bakung dan rumput Dia dandani sedemikian indah, terlebih lagi kita, manusia, yang diciptakan segambar dan serupa dengan Dia.

Bagi beberapa kalangan, pakaian bisa jadi persoalan genting. Begitu seriusnya mereka mendandani apa yang tampak di luar sehingga lupa memperhatikan apa yang di dalam yang justru lebih penting. Rasul Paulus menyatakan, “Perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” (1 Pet. 3:4).

PAKAIAN MENYEMBUNYIKAN BANYAK KEINDAHAN,
NAMUN TAK MAMPU MENUTUPI KEBURUKAN.

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/03/28/renungan-sore-28032015/
KETEKUNAN IMAN

Bacaan Alkitab: Matius 15:21-28

Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki. (Matius 15:28)

 Tuhan berkenan kepada orang-orang yang dengan tekun mencari Dia. Ketekunan mampu memancarkan seberapa besar keyakinan dan pengharapan seseorang kepada Tuhan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tuhan memuji iman perempuan Kanaan. Ia datang kepada Yesus, memohon kesembuhan bagi anaknya yang sedang kerasukan setan. Namun, apa reaksi Yesus? Yesus tampak tidak peduli. Murid-murid Yesus pun tidak menyukai kehadiran perempuan ini, bahkan meminta supaya Yesus menyuruhnya pergi.

Hebatnya, perempuan Kanaan ini tidak patah arang. Bahkan saat Yesus berkata bahwa Dia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, ia tetap tidak menyerah. Perempuan ini justru semakin bersemangat mendekati Yesus! Sekali lagi Yesus berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Dan jawaban perempuan ini sungguh menakjubkan Yesus: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Yesus pun demikian takjub dan memuji iman perempuan ini.

Dalam banyak kesempatan Tuhan kerap kali menguji iman kita. Bagaimana sikap kita saat kita mengalami hal yang paling sulit dalam hidup kita dan ketika kita merasa betapa jauhnya Tuhan dari hidup kita? Apakah kita tetap bertekun mencari Dia? Bertekun dalam iman yang benar berarti percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan dan terus mencari-Nya sekalipun seolah-olah Tuhan jauh dari hidup kita. Dalam situasi seperti inilah Tuhan melihat iman kita.

TERKADANG TUHAN BERDIAM DIRI BUKAN KARENA IA TIDAK MEMPERHATIKAN;
DIA HANYA INGIN MENGUJI KETEKUNAN IMAN KITA KEPADA-NYA

Posted on 29/03/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: