IMAN: Mujizat Di Tengah Badai

Bacaan Alkitab Pagi 25 Maret 2015:  Kisah Para Rasul 27:27-44

“Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya.”  Kisah 27:34b

Ketika menghadapi masalah yang berat, terlebih-lebih yang mengancam keselamatan jiwa, semua orang pasti mengalami ketakutan.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takut memiliki arti:  merasa cemas terhadap sesuatu yang dianggap membahayakan, merasa gentar terhadap sesuatu yang diyakini menimbulkan bencana.  Alkitab mencatat,  “Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang.”  (Kisah 27:29).  Karena rasa takut yang menyerang, sampai-sampai orang-orang memutuskan untuk membuang empat sauh sekaligus.

Apa itu sauh?  Sauh adalah alat berkait yang terbuat dari besi, yang dilabuhkan dari kapal ke dasar laut dengan tujuan supaya kapal dapat berhenti;  sauh disebut juga jangkar.  Jadi sauh digunakan untuk membuat kapal berdiam dan bersandar dengan benar supaya tidak terbalik dan tengggelam.  Dengan sauh, sebuah kapal akan kokoh menghadapi hantaman ombak dan angin badai.  Perahu kapal kita pun akan mampu bertahan di tengah amukan  ‘badai’  persoalan hidup ini apabila kita memiliki sauh.  Adapun sauh yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah iman.  “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”  (Ibrani 11:1).  Badai permasalahan sebesar apa pun boleh saja menyerang, tapi jika kita memiliki iman yang kuat di dalam Tuhan maka kita akan mampu bertahan.  Iman adalah kekuatan Ilahi yang dapat menghancurkan segala penghalang yang ada di depan kita.

Ketika iman bekerja, Daud yang dipandang  ‘kecil’  dan diremehkan manusia mampu mengalahkan Goliat, raksasa Filistin;  ketika iman bekerja, segala sakit-penyakit kita dapat disembuhkan karena kita tahu bahwa segala kelemahan dan penyakit kita sudah ditanggung Kristus di kayu salib,  “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”  (1 Petrus 2:24b).  Dengan iman pula kita menyadari bahwa segala sesuatu tidak bisa menolong kita selain Tuhan Yesus, sehingga membuat kita bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.

Saat kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak berharap kepada manusia, tetapi kepada Tuhan, saat itulah kita akan melihat kemenangan besar!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/03/iman-mujizat-di-tengah-badai.html

Posted on 25/03/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: