PERSEKUTUAN DENGAN SESAMA (1)

Bacaan Alkitab Pagi 7 Maret 2015:  1 Yohanes 1:5-7

“Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”  1 Yohanes 1:7

Selain kita dipanggil untuk memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan, kita juga harus hidup dalam persekutuan dengan sesama.  Dengan sifatnya sebagai makhluk sosial, secara natural manusia akan membentuk suatu komunitas karena setiap orang memiliki kebutuhan untuk saling berinteraksi, saling berbagi rasa, saling mencurahkan kasih sayang dan sebagainya, di mana aspek ini tidak bisa dipenuhi bila kita hidup seorang diri, melainkan melalui hubungan dan persekutuan dengan orang lain.  Jadi beberapa alasan utama manusia membentuk komunitas adalah untuk keamanan, identitas dan juga kebutuhan emosional.

Adapun tanda bahwa kita memiliki persekutuan dengan sesama adalah ketika kita hidup di dalam kasih, atau mempraktekkan kasih sebagaimana yang Tuhan Yesus perintahkan,  “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”  (Yohanes 13:34-35).  Rasul Paulus juga menasihatkan,  “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”  (Efesus 5:1-2).  Kehidupan kekristenan meniru ajaran dan perbuatan Allah.  Jika kita mengaku anak-anak Allah maka kita harus meniru dan memiliki sifat menyerupai Allah Bapa kita agar selaras dengan keberadaan kita sebagai anak-anak-Nya.  Tertulis:  “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”  (1 Yohanes 4:8).

Jadi, mengasihi harus menjadi gaya hidup kita sehari-hari.  Mengasihi berarti membuang semua sifat lama kita yang cenderung mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain, dan berubah menjadi pribadi yang memiliki kepedulian.

Hakekat kasih bukanlah menerima, tetapi memberi, yaitu kasih yang diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/03/persekutuan-dengan-sesama-1.html

Posted on 07/03/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: