INGROWNIUS EYEBALLITUS

Bacaan Alkitab Sore 4 Maret 2015: 1 Raja-Raja 19:1-8

Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.” (1 Raja-Raja 19:4)

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 8-10

Ingrownius eyeballitus, kelainan yang menyebabkan bola mata bertumbuh ke arah dalam, adalah istilah Chuck Swindoll untuk menggambarkan penyakit rohani yang kerap menghinggapi orang percaya. Ya, kita cenderung mengarahkan perhatian pada diri sendiri sampai pada taraf mengasihani diri. Kita merasa diri kita tidak dihargai dengan semestinya, diri kita penting namun luput dari perhatian, atau diri kita berbakat tapi tak kunjung dipromosikan.

Setelah Elia mengalahkan nabi-nabi Baal, Izebel melalui suruhannya mendatangi Elia dan mengancam hendak menghabisi nyawanya. Tentu nabi besar ini pernah menghadapi acaman lain sebelumnya. Namun, entah mengapa, kala itu Elia ambruk. Bahkan ia sampai lari ke padang gurun, dan di bawah pohon arar ia dikuasai oleh rasa mengasihani diri yang parah sampai ingin mati. Mata Elia berfokus ke dalam dirinya sampai ia tidak mampu lagi mengenali keberadaan Allah. Ia merasa dibuang dan ditinggal sendirian. Bersyukur, Tuhan tidak murka. Malahan Dia memberi Elia makanan dan waktu untuk beristirahat. Allah mendorongnya untuk kembali berfokus pada-Nya. Tak lama kemudian, Dia juga memberinya seorang teman, Elisa, untuk berbagi beban.

Apakah hari-hari ini kita mengalami masalah, tantangan, ketidakadilan, dan seakan-akan Tuhan berdiam diri? Ambillah waktu untuk mengistirahatkan mental kita. Dan yang tak kalah penting, lewatkanlah waktu bersama teman, pasangan, mentor, orangtua. Kiranya kita mendapatkan perspektif baru yang segar.

MENGASIHANI DIRI SENDIRI HANYA AKAN MEMBUAT
PERJALANAN HIDUP SEMAKIN SULIT DIJALANI

sumber: http://www.renunganharian.net/2015/62-maret/1327-ingrownius-eyeballitus.html

Posted on 04/03/2015, in Renungan Sore. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: