MENDENGARKAN TUHAN YESUS (1)

Bacaan Alkitab Pagi 26 Februari 2015:  Mazmur 85:1-14

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?”  Mazmur 85:9

Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut?  Ada maksud dan tujuannya yaitu supaya porsi kita untuk mendengar lebih banyak daripada berbicara.  Banyak mendengar tapi sedikit untuk berbicara, sebab  “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”  (Amsal 10:19).  Di zaman sekarang ini banyak orang lebih banyak bicara daripada mendengar, tapi bicaranya  ‘asbun’  (asal bunyi),  ‘obes’  (omong besar)  tetapi tiada bukti, bahkan bicaranya setajam silet:  suka menjelek-jelekkan orang, menghakimi dan menyakitkan hati orang lain.  Berhati-hatilah!  “Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”  (Amsal 18:20-21).

Penting sekali melatih diri mendengar.  Mengapa?  Karena sering kita jumpai banyak masalah atau perselisihan terjadi sebagai akibat orang tidak mau mendengar:  orangtua marah terhadap anak karena nasihatnya tidak didengar, keluarga selalu cekcok karena suami egois dan tidak mau mendengar pendapat isteri dan lain-lain.  Begitu juga tidak sedikit masalah yang tak terselesaikan hanya karena masing-masing pihak tidak mau mendengar.  Kita maunya hanya didengar tapi tidak mau mendengar orang lain!

Terlebih-lebih dalam kehidupan rohani, mendengar adalah hal yang sangat penting untuk pertumbuhan iman, sebab  “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  (Roma 10:17).  Untuk menjadi hamba-hamba yang taat dibutuhkan kepekaan dalam mendengar.  “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.”  (Yesaya 50:4b).  Mendengar firman Tuhan sama artinya mendengar apa yang Tuhan Yesus katakan.

Mengapa kita harus mendengar perkataan Tuhan Yesus?  Karena ini adalah perintah dari sorga:  “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”  (Lukas 9:35).
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/02/mendengarkan-tuhan-yesus-1.html

Posted on 26/02/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: