MENDENGAR DAN MEMPERHATIKAN FIRMAN (1)

Bacaan Alkitab Pagi 23 Februari 2015:  Ulangan 31:9-13

“Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,”  Ulangan 31:12

Injil atau sering kita sebut dengan Alkitab adalah buku yang berisikan firman Tuhan atau perkataan Tuhan sendiri, karena itu kita harus  “…mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,”  (Roma 1:16).  Jangan sedikit pun kita ragu atau sangsi terhadap firman Tuhan sebab yang berbicara adalah Tuhan sendiri.  Jika Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya yang berbicara, maka perkataan-Nya pasti mengandung kuasa yang sangat dahsyat,  “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”  (Ibrani 4:12).

Tuhan berkata,  “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”  (Yesaya 55:11).  Namun seringkali kita dengar bahwa ada banyak sekali orang Kristen yang mengeluh mengapa mereka tidak mengalami kuasa firman Tuhan.  Akhirnya mereka pun bersikap skeptis terhadap firman yang disampaikan oleh setiap hamba Tuhan di atas mimbar, pikirnya firman yang didengar tak lebih dari sekedar teori karena mereka merasa tidak memperoleh manfaat apa-apa dan hidup mereka tetap saja tidak berubah.

Jika Tuhan yang berfirman Ia tidak mungkin berdusta dan ingkar  (baca  Bilangan 23:19).  Jadi setiap tulisan yang ada di Alkitab itu bukanlah dongeng penghantar tidur yang meninabobokan, melainkan  “…kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,”  (Roma 1:17).  Jika sampai hari ini kita belum mengalami kuasa dari firman Tuhan berarti ada yang salah dengan diri kita sendiri, yaitu kita tidak mendengar dan memperhatikan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.

“Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh,”  Pengkotbah 4:17
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2015/02/mendengar-dan-memperhatikan-firman-1.html

Posted on 23/02/2015, in Renungan Pagi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: