SUNGGUH-SUNGGUH BEBAS & MENJADI BERKAT DIMASA KERING

Edisi : Minggu, 22 Februari 2015

SUNGGUH-SUNGGUH BEBAS

Bacaan Alkitab : Yohanes 8:30-36

Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. (Yohanes 8:36)

Eric Lawson, pemeran pria Marlboro yang berwajah keras dalam iklan rokok pada era 1970-an, meninggal pada 10 Januari 2014 dalam usia 72 tahun. Banyak ironi mewarnai hidupnya. Ia merokok sejak usia sangat muda, yakni 14 tahun. Namun, kelak Eric muncul dalam iklan antirokok. Ia bangga akan hal itu sekalipun ia tetap merokok. Menarik pula penuturan Susan Lawson, istrinya, tentang sang suami. Menurutnya, Eric tahu rokok menggerogotinya, namun ia tidak dapat berhenti merokok. Eric meninggal karena gagal pernapasan akibat penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokoknya.

Berbicara soal ikatan kebiasaan buruk yang dapat berujung maut, ada ikatan yang jauh lebih serius daripada merokok. Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang berbuat dosa diperbudak oleh dosa. Itu artinya tidak seorang pun yang dapat membebaskan diri dari ikatan dosa yang berujung pada kematian kekal. Namun, ada harapan. Yesus berkata kepada mereka yang percaya kepada-Nya untuk tetap tinggal dalam firman-Nya, dan firman kebenaran-Nya akan membebaskan mereka (ay. 31-34). Kemerdekaan dari dosa merupakan kepastian dan jaminan dari Yesus sendiri bagi setiap orang yang percaya pada-Nya dan tinggal dalam firman-Nya.

Adakah dosa mengikat Anda hingga saat ini? Anda sudah melakukan berbagai cara agar dapat membebaskan diri? Anda juga sudah percaya kepada Tuhan Yesus? Tinggallah di dalam kebenaran firman Tuhan dan jadilah murid Kristus yang setia. Maka Anda akan mengalami kemerdekaan sejati itu.

USAHA DIRI TIDAK DAPAT MEMBEBASKAN KITA DARI BELENGGU DOSA; YESUSLAH YANG MEMBEBASKAN KITA MELALUI FIRMAN KEBENARANNYA

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/02/19/renungan-sore-19022015/

MENJADI BERKAT DIMASA KERING

Bacaan Alkitab :  1 Raja-Raja 17:7-24
“Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar.”  1 Raja-Raja 17:24

Ketika mengalami masalah berat umumnya kita langsung menyerah pada keadaan, tidak mau berbuat sesuatu, hanya diam di tempat dan mengasihani diri sendiri.  Kita jadi malas berdoa, ogah baca Alkitab dan tidak semangat beribadah.  Ini salah besar!  Jika ingin keadaan berubah kita pun harus berani membuat perubahan.

Pada waktu Elia mengalami masalah berat karena sungat Kerit yang mengering ia mau melangkah menaati perintah Tuhan, padahal sungai Kerit sudah menjadi zona nyaman baginya.  Elia meninggalkan zona nyaman itu dengan perintah Tuhan:  “…pergi ke Sarfat, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”  (1 Raja-Raja 17:9).  Ingin dipulihkan Tuhan?  Kita harus berani meninggalkan zona nyaman kita.  Sesungguhnya Elia punya alasan kuat kuatir pergi ke Sarfat, karena Sarfat adalah wilayah Sidon, sedangkan raja Sidon adalah orang tua Izabel  (renungan 17 Februari 2015).  Tapi Tuhan justru menyuruh Elia tinggal di Sidon.  Kata tinggal berarti berada di tempat itu dalam kurun waktu tertentu.  Jadi meski kuatir, Elia tetap mengikuti kehendak Tuhan.

Hari-hari ini banyak orang kuatir akan masa depan hidupnya karena BBM naik per-18 November 2014 lalu, yang secara otomatis berdampak pada naiknya harga kebutuhan hidup lainnya.  Kata-kata yang ada di pikiran kita hanyalah:  tidak mungkin, mustahil, apa bisa;  karena segala sesuatu kita ukur dengan logika kita.  Terkadang perintah Tuhan sangat tidak masuk akal, namun ketika kita taat kita akan melihat perkara-perkara ajaib dinyatakan.  Di Sarfat Elia diutus Tuhan untuk menemui janda miskin yang hanya mempunyai segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli.  Meski ia sendiri berada dalam kesulitan Elia tetap melangkah mengerjakan tugasnya, bahkan ia mampu menguatkan orang lain dan menjadi saluran berkat.  “Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”  (1 Raja-Raja 17:14).

Ketaatan dan ketidakkuatiran adalah kunci mengubah situasi yang buruk menjadi penuh berkat!

 sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2015/02/20/renungan-pagi-20022015/

Posted on 22/02/2015, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: