MENABUR DI LADANG KEHIDUPAN (1)

Bacaan Alkitab Pagi 18 November 2014:  Yakobus 1:12-18

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”  Yakobus 1:17

Setiap orang mempunyai  ‘ladang-ladang’  dalam kehidupannya masing-masing, artinya setiap kita memiliki kesempatan yang sama untuk menabur benih sebanyak-banyaknya hingga pada saatnya kita akan menuai sesuai dengan apa yang kita tabur.  Karena itu  “Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”  (Pengkotbah 11:6).

Sudahkah kita menggarap ladang kita dengan sungguh-sungguh, ataukah kita biarkan terbengkalai dan ditumbuhi ilalang, semak duri dan rerumputan?  Selagi ada waktu dan kesempatan jangan malas menggarap ladang kita.  Mari mengerjakan ladang kita secara maksimal.  “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.”  (Pengkotbah 9:10).  Benih apa saja yang sudah kita tabur dan tanam di ladang kehidupan kita?  Jika yang kita tanam adalah benih kejujuran, kita akan menuai berkat-berkat Tuhan.  “…siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”  (Mazmur 50:23b).  Tuhan bergaul erat dengan orang yang jujur  (baca  Amsal 3:32).  Ketika kita menabur kesetiaan, maka kita akan menuai sebuah kepercayaan.  Karena itu kerjakan segala sesuatu dengan setia, sebab kesetiaan terhadap perkara kecil adalah pintu gerbang menuju perkara yang lebih besar.  Terhadap orang yang setia Tuhan berkata,  hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.”  (Matius 25:23).

     Apabila kita menabur benih ketekunan dalam hal apapun yang seharusnya kita kerjakan, pada saat yang tepat kita akan menuai upahnya.  Tertulis:  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”  (Ibrani 10:36).

Benih apa yang kita tabur di ladang, akan menentukan tuaian kita!
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2014/11/menabur-di-ladang-kehidupan-1.html

Posted on 18/11/2014, in Renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: