WAYANG YANG JAHAT & YEFTA : PEMIMPIN ISRAEL

Edisi : Minggu, 29 Juni 2014

WAYANG YANG JAHAT
Bacaan Alkitab : Kejadian 3:1-7
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. (Kejadian 3:1)

Seumur hidup baru satu kali saya menyaksikan pertunjukan wayang golek secara langsung, yaitu ketika rombongan kesenian Jawa Barat diundang gereja orangtua saya untuk mementaskan kisah Yunus. Penampilan wayang golek itu sangat mengesankan. Saya mencatat bahwa tokoh yang baik selalu digambarkan dengan pakaian berkilau dan penampilan wajah yang apik. Sebaliknya, karakter yang jahat selalu tampil penuh bulu dan giginya besar bertaring, layaknya binatang.

Karakter jahat dalam Alkitab pun kerap digambarkan sebagai binatang. Salah satunya, apalagi kalau bukan ular. Dalam Kitab Kejadian, ular menjadi sosok penyesat yang mencobai manusia sehingga mereka jatuh dalam dosa. Dahulu ular berbisa kerap dipakai untuk mengilustrasikan kejahatan yang ada di dunia. Ular berulang-ulang muncul dalam Perjanjian Lama untuk menggambarkan bangsa-bangsa yang jahat atau alat hukuman. Di Kitab Wahyu pun, iblis digambarkan sebagai ular.

Mengapa binatang? Dalam benak masyarakat umum, ada pandangan bahwa binatang adalah makhluk yang tarafnya berada di bawah manusia, ciptaan utama yang serupa dengan citra Allah. Maka ketika manusia berdosa atau menjadi jahat, ia seakan kehilangan kemanusiaannya dan “turun kelas” menjadi layaknya binatang. Mari kita bayangkan jika kisah hidup kita dijadikan lakon wayang. Akankah karakter kita digambarkan dengan golek berpakaian mengkilap dan wajah yang rupawan atau jangan-jangan akan ada sejumlah bulu dan taring di sana?

SUDAHKAH KITA MENJALANI HIDUP SELAYAKNYA MANUSIA
YANG DICIPTAKAN MENURUT CITRA ALLAH?

sumber:https://gbimutiara.wordpress.com/2014/06/27/renungan-sore-27062014

YEFTA : PEMIMPIN ISRAEL
Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 11:12-28
“TUHAN, Hakim itu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon.”  (Hakim-Hakim 11:27b)

Manusia tidak dapat menyelami jalan Tuhan.  “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.”  (Yesaya 55:8).  Menjadi orang yang tertolak dan terbuang seperti Yefta bukan berarti tidak punya masa depan dan kehidupan akan berakhir.

Tatkala bangsa Israel menghadapi masalah berat yaitu berperang melawan bani Amon dan terancam kalah sehingga mereka dihinggapi ketakutan yang luar biasa, teringatlah mereka kepada Yefta.  Para tua-tua Gilead pun sepakat meminta Yefta kembali pulang dan berharap bisa turut berjuang membela bangsanya, bahkan mereka bersehati mengangkat Yefta sehingga pemimpin.  Mengapa demikian?  Karena mereka telah mendengar kehebatan Yefta di tanah Tob.  Kata Yefta,  “Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”  (Hakim-Hakim 11:7).  Secara manusia tawaran ini bisa saja digunakan Yefta untuk membalas dendam atas perbuatan jahat yang telah mereka perbuat terhadapnya, apalagi ia akan diangkat sebagai pemimpin dan boleh meminta apa pun yang ia mau.  Namun hal itu tidak dilakukan Yefta, sebaliknya ia menunjukkan sikap yang luar biasa:  “…jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?”  (Hakim-Hakim 11:9).  Artinya Yefta tidak gegabah dan bertindak sendiri, tapi menaruh pengharapan kepada Tuhan dan melibatkan Dia dalam pergumulan yang dihadapinya.  Ia menyerahkan segala perkaranya kepada Tuhan di Mizpa, tempat di mana perjanjian Tuhan ditetapkan.  Akhirnya Yefta menerima tawaran bangsa Israel, maju berperang melawan bani Amon.

Yefta dengan ulet dapat merebut kota demi kota,  bahkan sampai 20 kota dikalahkannya  (baca  Hakim-Hakim 11:32-33).  Itu adalah campur tangan Tuhan, sebab dalam segala perkara Yefta tidak pernah melupakan Tuhan dan selalu melibatkan Dia.

Yefta, dari orang yang tertolak dan terbuang, beroleh peninggian menjadi pemimpin Israel yang gagah perkasa.

sumber:https://gbimutiara.wordpress.com/2014/06/27/renungan-pagi-27062014/‎‎

Posted on 29/06/2014, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: