TIDAK MENGENAL LIBUR & PERANG MELAWAN IBLIS

Edisi : Minggu, 27 April 2014

TIDAK MENGENAL LIBUR

Bacaan Alkitab Sore: Lukas 13:10-17

Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat. (Lukas 13:14).

Hari Sabat adalah hari yang sakral bagi orang Yahudi. Namun, mereka mengartikan kesakralan Sabat itu secara berlebihan sehingga tidak seorang pun diperbolehkan melakukan suatu kegiatan pada hari itu sekalipun untuk menyembuhkan orang sakit. Bisa dibayangkan kalau hal ini dianut oleh dokter atau perawat sehingga mereka tidak mau menolong pasien yang sakit parah karena saat itu hari Sabat.

Yesus memberikan wawasan berbeda tentang hari Sabat. Pada hari itu, Dia menyembuhkan perempuan yang bungkuk punggungnya karena dirasuki roh jahat selama delapan belas tahun. Kepala rumah ibadat kemudian melontarkan protes. Yesus menjawab kepala rumah ibadat itu dengan menekankan masalah “melepaskan” dan “dilepaskan”. Artinya, hari Sabat ada untuk melepaskan dan memerdekakan, bukan untuk mengikat dan membelenggu. Ya, Sabat justru hari yang tepat untuk melepaskan perempuan itu dari ikatan Iblis dan, dengan demikian, menyatakan kehadiran Kerajaan Allah yang penuh kuasa. Jika ternak saja bisa tetap diperhatikan pada hari Sabat, apalagi sesama manusia, bukan?

Perbuatan baik tidak mengenal libur. Peraturan semestinya dibuat untuk mempermudah pelayanan, bukan untuk menghambat atau membatasinya. Mari kita mengikuti jejak keteladanan Tuhan Yesus. Dia mementingkan menolong orang lain daripada mematuhi peraturan yang membelenggu. Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menghentikan karya Kerajaan Allah. Biarlah melalui perbuatan baik kita Tuhan dipermuliakan dan Kerajaan-Nya dinyatakan.

PERBUATAN BAIK SELAYAKNYA TIDAK DIHAMBAT DAN DIBATASI,
MELAINKAN DIDUKUNG DAN DITUMBUHKEMBANGKAN

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2014/04/26/renungan-sore-26042014/ ‎

PERANG MELAWAN IBLIS
Bacaan Alkitab: Matius 13:36-43

Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.” Matius 13:39a

Iblis adalah musuh yang tidak kelihatan tapi ada di mana-mana di sekeliling manusia. Iblis dan segala roh jahat yang ada di udara adalah musuh manusia yang sangat luar biasa. Rasul Paulus berkata, “…perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12).

Semua orang percaya terlibat dalam peperangan rohani ini. Dalam aksinya Iblis terus berusaha untuk menabur benih-benih negatif, melemahkan, menjatuhkan dan menghancurkan umat Tuhan di segala sudut kehidupan. Peperangan melawan Iblis dan pasukannya adalah peperangan yang paling berbahaya dan jauh lebih berat dari peperangan apa pun yang ada di dunia nyata. Namun banyak orang Kristen yang tidak menyadarinya sehingga mereka tetap saja santai dalam menjalani kehidupan rohaninya: berdoa ogah-ogahan, baca Alkitab malas, ibadah asal-asalah, melayani Tuhan pun enggan. Jika demikian bagaimana mungkin kita bisa menang dalam peperangan ini?

Kalau tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus, berjalan bersamaNya dan makin melekat kepada Tuhan, kita tidak akan tahan menghadapi gempuran-gempuran Iblis. Kita akan terjebak dalam perangkap dan jeratnya sebab Iblis adalah penipu yang sangat licik, “…ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” (Yohanes 8:44), yang bisa memakai topeng seperti malaikat terang, padahal ia “…berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum…” (1 Petrus 5:8). Itulah sebabnya rasul Paulus tidak mau bermegah terhadap diri sendiri karena sadar bahwa ia banyak kelemahan dan keterbatasan. “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan…Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:9b-10). Kepada siapa seharusnya kita bermegah? “…kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.” (Mazmur 20:8).

Hanya dengan kuasa Roh Kudus yang ada di dalam kita dan di dalam nama Tuhan Yesus kita dapat mengusir Iblis dan mengalahkannya. “…dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (Filipi 2:10).

sumber: https://gbimutiara.wordpress.com/2014/04/26/renungan-pagi-26042014/

Posted on 27/04/2014, in Warta. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: